Khofifah Indar Parawansa

Jakarta (Metrobali.com)-

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa enggan menanggapi kabar perombakan kabinet (“reshuffle”) yang rencananya akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam pemerintahan.

“Itu, tanyakan saja kepada Bapak Presiden yang punya kewenangan,” kata Mensos, usai membuka seminar Revolusi Mental Karakter Bangsa, di Jakarta, Kamis (7/5).

Mensos hanya tertawa saat menjawab singkat pertanyaan awak media, setelah itu dia langsung masuk ke ruangan untuk kembali mengikuti seminar yang dihadiri rektor dari 14 universitas.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan ada rencana perombakan Kabinet Kerja karena diperlukan peningkatkan kerja dalam pemerintahan.

“Ya, tentu dalam waktu ke depan ini, karena banyak perlu peningkatan kinerja tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya,” kata Wapres.

Wapres enggan merinci lebih lanjut kriteria menteri yang akan digeser maupun dicopot jabatannya dari Kabinet Kerja. Dia juga belum memastikan waktu pelaksanaan perombakan tersebut.

“Belum kita bicarakan, waktunya juga belum. Tentu pada waktunya apabila dipandang perlu. Belum ada pembicaraan,” katanya lagi.

Sebelumnya, Wapres mengatakan perlu dilakukan evaluasi terhadap para menteri di Kabinet Kerja dan memandang perlu dilakukan perombakan jika kebutuhan mendesak.

“Ya menteri-menteri itu tentu dievaluasi. Reshuffle atau tidak itu tergantung pada kebutuhan dan masalah pemerintah, bukan tergantung pada survei,” ujarnya pula. AN-MB 

Baca Juga :
Jembrana dibantu  BKK Provinsi Pembangunan Krematorium dan Rehab Jagatnatha 18 Miliar