Menjangan di Pulau Menjangan
 
Buleleng (Metrobali.com)-
Keberadaan satwa Menjangan di kawasan suci Pulau Menjangan dan keberadaan satwa Kera di kawasan suci Pura Pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng kurang mendapat perhatian dari instansi pemerintah maupun lembaga yang terkait. Terbukti Kera yang ada di kawasan suci Pura Pulaki terlihat kelaparan dan bertingkah-laku sangat agresif terhadap para pemedek maupun pengunjung yang berwisata ketempat tersebut. Begitu juga dengan keberadaan satwa Menjangan di kawasan suci Pulau Menjangan, lantaran kelaparan akibat dari ketersediaan makanan tidak mencukupi dengan terpaksa memakan sampah yang berserakan ditempat itu.
Terkait dengan persoalan ini, Rabu (5/8), Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Dewa Ketut Puspaka angkat bicara dan mengaku prihatin atas kondisi satwa yang ada dikawasan suci Pura Pulaki dan Pulau Menjangan. “Kami akui, lemah perhatian semua pihak terhadap dua kawasan suci tersebut” ujarnya.
Menurutnya, selama ini, pihaknya sering menerima laporan dan keluhan terhadap keberadaan satwa yang ada dikedua kawasan suci itu. Diantaranya soal agresifitas Kera di Pura Pulaki yang terkadang menggangu kenyamanan pemedek dan pengunjung, seperti mencuri barang-barang milik pemedek dan pengunjung berupa tas, dompet, handphone hingga kacamata. Diakui juga, untuk meredam agresifitas Kera telah dipasang  tralis besi. Dengan maksud untuk menghindari kenakalan para Kera terhadap pemedek maupun pengunjung. Meskipun telah dipasang tralis, namun tidak menyelesaikan persoalan. Karena para Kera itu menjadi agresif lantaran sumber makanan tidak ada.”Hal inilah yang seharusnya dicarikan jalan keluar setidaknya mampu meredam agresifitas para Kera,” ucap Dewa Puspaka.
Monyet Pulaki
Lebih lanjut mantan atlit bulu tangkis andalan Buleleng ini mengatakan untuk keberadaan satwa Menjangan di kawasan suci Pulau Menjangan yang kehidupannya sangat memprihatinkan, diperlukan langkah kebijakan yang berkelanjutan termasuk hubungan yang bersinergi dengan pihak Taman Nasional Bali Barat (TNBB) selaku pengelola kawasan tersebut.”Pada saat saya mengunjungi Pulau Menjangan, terlihat dengan jelas satwa Menjangan makan dari sampah yang dibuang pengunjung” ungkapnya.”Habitat tempat mereka hidup terlihat gersang. Dan kalau hal ini dilakukan pembiaran, maka akan mengancam keberlangsungan hidup para satwa Menjangan di Pulau Menjangan” imbuh Dewa Puspaka
Selain keberadaan satwa Menjangan yang kondisinya memperihatinkan, kata Dewa Puspaka perlu diperhatikan juga terhadap minimnya sarana dan prasarana untuk fasilitas umum.”Fasilitas umum di kawasan Pulau Menjangan juga memperihatinkan. Di satu sisi  wisatawan menikmati keindahan trumbu karang maupun keindahan alam laut lainnya, paa sisi yang lain tidak didukung dengan fasilitas umum yang memadai. Seperti misalnya berupa ruang ganti, ketersediaan sarana penampung sampah termasuk dermaga penyeberangan yang sudah patah bertahun-tahun hingga kini belum diperbaiki,” paparnya.
Lantas apa langkah Pemkab Buleleng dengan adanya dua kawasan suci tersebut?
Dengan tegas orang nomor satu di birokrat Buleleng ini mengatakan untuk melakukan penataan di dua kawasan suci itu, pihaknya telah memanggil instansi terkait untuk membicarakan persoalan di dua tempat suci itu.”Kami sudah mengadakan rapat untuk membicarakan masalah Kera di Pulaki dan Menjangan di Pulau Menjangan. Selanjutnya saya meminta agar mengambil langkah untuk melakukan koordinasi dengan pihak TNBB” pungkas Dewa Puspaka. GS-MB
Baca Juga :
Polda Bali Panggil Ikke Putri Sebagai Saksi, Kasus Jual Beli Lagu