Foto: Karang Taruna Kota Denpasar bersama JFC peduli memberikan bantuan kepada warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Lumajang (Metrobali.com)-

Berbagi tidak mengenal hari, berbagi tidak harus satu provinsi, kepedulian tanpa batas menguatkan solidaritas. Begitulah kira-kira kata-kata yang tepat untuk menggambarkan totalitas Karang Taruna Denpasar melakukan pengabdian menggerakan aksi sosial kemanusiaan untuk membantu sesama.

Tidak hanya berkiprah “jago kendang” dengan rutin membantu menangani permasalahan sosial dan mengucurkan berbagai bentuk bantuan di Kota Denpasar dan kabupaten lainnya di Bali, Karang Taruna Kota Denpasar di bawah kepemimpinan I Ketut Ngurah Aryawan menunjukkan totalitas kepedulian tanpa batas dengan membantu sesama di luar Bali yang sedang mengalami musibah.

Kali ini kepedulian Karang Taruna Kota Denpasar menyentuh warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur dengan terjun langsung memberikan berbagai bantuan seperti sembako, vitamin, masker, kebutuhan balita seperti pampers dan lainnya. Aksi kemanusiaan di Lumajang ini dilakukan selama tiga hari dari tanggal 10-12 Desember 2021.

 

Dalam aksi sosial dan pemberian bantuan ini, Karang Taruna Denpasar mengggandeng mitra setianya seperti JFC (Jaya Fried Chicken), Rumah Sakit Kasih Ibu, siswa SMK Kesehatan dari SMK Bintang Persada, SMK Bali Dewata. Tidak hanya memberikan bantuan, Karang Taruna Denpasar dan tim juga memberikan pelayanan trauma healing kepada anak-anak di tempat pengungsian agar kondisi mental mereka membaik.

“Kita turun bersama-sama untuk mencapai kepentingan bersama, yang penting bisa membantu meringankan beban masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru. Agar anak-anak bisa kembali ceria melalui trauma healing,” ungkap Ketua Karang Taruna Kota Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan yang memimpin langsung aksi sosial kemanusiaan di Lumajang ini.

 

Ia menegaskan Karang Taruna Denpasar sangat peduli dan sangat peka terhadap kepentingan sosial seperti bencana yang melanda saudara kita di Lumajang yang menjadi korban terdampak erupsi Gunung Semeru. Mereka mengalami kesedihan ditinggal oleh saudara, kehilangan rumah, kehilangan harta benda, kehilangan pekerjaan.

“Kehadiran Karang Taruna tidak sebatas memberikan kontribusi bantuan berupa sembako tapi bagaimana mengedukasi masyarakat, memberikan trauma healing untuk anak-anak di tempat pengungsian. Terlebih kepada lansia kita lakukan pengecekan gula darah, pemberian vitamin, masker,” terang Ngurah Aryawan.

 

Tokoh muda yang dikenal punya jiwa sosial tinggi ini menambahkan, sekecil apapun bantuan dan bentuk kepedulian dari Karang Taruna dijadikan sebagai upaya menumbuhkan jiwa sosial generasi muda agar bangkit membantu memberikan uluran tangan untuk sesama, mengedepankan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadi.

Kenapa gerakan kemanusiaan ini sampai luar Bali? Ngurah Aryawan menegaskan Karang Taruna berbagi dan peduli tidak mengenal batas geografis. Sebab sudah menjadi tugas bersama sebagai anak bangsa untuk peduli terhadap sesama anak bangsa.

“Itu kami lakukan dalam wadah kebhinekaan jadi wujud pemersatu kita. Di saat Indonesia mengalami bencana bukan masyarakat di sana saja yang merasakan, tapi kita di Bali sebagai bagian anak bangsa, NKRI berkewajiban memberikan bantuan apapun itu bentuknya dan sekecil apapun,” ungkap tokoh muda asal Banjar Tegal Linggah, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar ini.

Ia pun berharap apa yang dilakukan Karang Taruna Denpasar bisa menginspirasi Karang Taruna di daerah lain agar tidak hanya berkiprah di daerahnya. “Saat negara memanggil kita siap hadir di wilayah manapun di NKRI. Dan sekarang nilai-nilai sosial sudah terdegradasi maka kita pacu generasi muda agar punya kepekaan dan kepedulian sosial,” pungkasnya. (wid)