Denpasar (Metrobali.com)-

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menjelaskan, hingga mendekati akhir tahun, baru 59,97 persen atau Rp44,05 triliun dari Rp75,24 triliun anggaran 2012 di kementeriannya yang terserap. Dengan penyerapan anggaran yang rendah, Djoko menyatakan jika total pencapaian kegiatan fisik baru mencapai 66,35 persen. Atas hal itu, Djoko melihat harus ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dan diprioritaskan oleh seluruh jajaran PU mulai dari pusat hingga daerah.

“Pencapaian ini jauh tertinggal bila dibandingkan target rencana penyerapan sampai akhir Oktober 2012 sebesar 74,8 persen dengan pelaksanaan fisik sebesar 76,36 persen. Perlu upaya khusus menyelesaikan sisa program dalam waktu 2 bulan ke depan,” kata Djoko usai membuka Rapat Kerja Terbatas untuk Wilayah Timur di Sanur, Jumat 2 November 2012.

Mendekati akhir tahun itu juga, Djoko menyebut anggaran Kementerian PU masih ada yang dibintangi oleh DPR. Jumlahnya mencapai Rp2,77 triliun. Jumlah itu untuk dua proyek yang digarap kementeriannya. “Tapi dua hari lalu satu bintang sudah dihapus. Artinya, sampai saat ini jumlah anggaran yang dibintang atau diblokir tinggal Rp1,784 triliun,” papar Djoko.

Djoko mengaku bisa memahami pembintangan aggaran untuk kementeriannya. Sebut saja misalnya relokasi kawasan heritage. Anggaran untuk itu dipertanyakan DPR karena dianggap tak berhubungan dengan Kementerian PU. “Menurut DPR itu wewenang Kemendikbud, sehingga anggarannya dibintang atau diblokir. Padahal sebenarnya masih berhubungan dengan pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan Kementerian PU,” jelas Djoko. BOB-MB

Baca Juga :
Pandemi Covid-19, Jebakan Menuju Negara Gagal?