Ket.Foto : Bertepatan dengan Tumpek Wariga, Sabtu (14/5)  diluncurkan Bank Sampah Bersidas (Bersih & Kedas) di Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin oleh Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, Ni Ketut Anggreni Wati. 
Denpasar, (Metrobali.com)
Inovasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang cerdas melalui Bank Sampah terus dibangun diseluruh Desa dan Kelurahan di Kota Denpasar.
Bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, Sabtu (14/5) kemarin, salah satunya diluncurkan Bank Sampah Bersidas (Bersih & Kedas) di wilayah Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin oleh Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, Ni Ketut Anggreni Wati.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua BPD Desa, Ketua LPM Desa, Perangkat Desa, Perwakilan OPD Tata Pemerintahan Setda Kota Denpasar sebagai Bapak Angkat, DLHK Kota Denpasar memberikan pendampingan, Komunitas Kerti Bali Sejahtera (KBS) serta Asosiasi Bank Sampah Indonesia Bank Sampah Bali Bersih.
Setelah peluncuran dilaksanakan penyerahan peralatan operasional seperti buku administrasi, timbangan, kalkulator dan perlengkapan lainnya kepada Ketua Bank Sampah Bersidas Dusun Gemeh dilanjutkan dengan proses registrasi nasabah, alat timbang sampai penginputan data kedalam Sistem Sidarling Pemkot Denpasar.
Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, Ni Ketut Anggreni Wati dihubungi secara terpisah menjelaskan keberadaan bank sampah terpadu di wilayahnya ini merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya sarana pengelolaan sampah berbasis sumber yang cerdas.
“Program ini telah digodok sejak bulan Februari lalu lalu dimulai tahapannya diawali sosialisasi di banjar- banjar di Desa Dauh Puri Kangin, setelah melalui berbagai tahapan dilaksanakan bimbingan teknis dari Asosiasi Bank Sampah Bali Bersih dan DLHK Kota Denpasar hingga bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, Bank Sampah Bersidas yang pertama di desa kami ini diluncurkan di Banjar Gemeh lengkap dengan SK yang mana hingga saat ini telah terdaftar sebanyak 33 KK nasabah. Rencananya di Banjar lainnya di wilayah Dauh Puri Kangin akan menyusul diluncurkan pada 29 Mei mendatang,” jelasnya.
Ditambahkannya, mengenai penerapan ditengah masyarakat nantinya di masing – masing rumah tangga sudah memilah sampah antara sampah organik dan anorganik untuk kemudian dibawa ke bank sampah. Keberadaan Bank Sampah  ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta edukasi memilah  sampah antara sampah organik dan sampah an organik  untuk mengurangi sampah yang menuju ke TPS maupun TPA. “ Ini sebagai upaya nyata terkait pengelolaan sampah berbasis sumber  yang cerdas dan juga bisa mengubah sampah  jadi barang yang lebih bernilai ekonomis bagi warga masyarakat kami,” pungkasnya.(esa/humasdps)
Baca Juga :
Polisi tangkap sembilan tersangka sindikat narkoba antarpulau