Klungkung ( Metrobali.com )
Sepertinya hati nurani sebagian besar wakil rakyat Klungkung untuk peduli terhadap korban warga Balinuraga Lampung ternyata masih tergembok. Bahkan terkesan kalau wakil rakyat Bumi Srombotan ini kurang peduli dengan kondisi mereka. Padahal untuk diketahui korban meninggal atas komplik tersebut adalah sebagian besar dari Nusa Penida, Klungkung.

Ironis memang ternyata hati wakil rakyat yang sekarang duduk di kursi empuk tersebut sama sekali tidak punya kepedulian terhadap nasib mereka. Buktinya ketika terjadi aksi peduli dari gabungan LSM, Jurnalis Klungkung dan Musisi Klungkung seperti Margi Cs ke Gedung dewan perhatian mereka sangat kurang.

Terpantau di mana Metrobali ikut,  sebagian besar wakil rakyat kurang simpatik. Hanya sebagian kecil yang menunjukian rasa simpatiknya lewat memberikan sumbangan secara sukarela. Mereka yang memberikan sumbangan diantaranya adalah Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom. Gung Anom sendiri memberikan sumbangan sebesar Rp 500 ribu. sementara sebelumnya anggota yang ikut menyumbang adalah Wayan Buda Parwata, Wayan Mastra, Komang Gde Ludra, Sang Nyoman Putra Yasa dan Nengah Arianta.

Sementara wakil rakyat yang lainnya tidak ada dibawah padahal kita datang tepat pukul 10.30 wita. Sambil memainkan musik dengan lagu yang dibawakan Margie, Metrobali mengajak untuk naik kelantai dua. Begitu dilantai dua terpantau ruangan fraksi yang ada tertutup rapat seolah mereka tidak mau ditemui.

Benar saja begitu Metrobali mengintip lewat pintu yang berisi kaca riben terlihat ada anggota wakil rakyat kita. Apa yang mereka lakukan, ada asyik memencet HP, sedang rapat tertutuplah katanya dan ada pula yang sibuk membaca lembarat surat. Apakah mereka tidak mendengarnya bahwa di luar suara gitar dan lagu berdendang lumayan keras, terkesan cuek aja. Ya itulah wakil rakyat kita di kota Klungkung.

Baca Juga :
Jaksa Agung: berkas Hary Tanoe masih di Polri

Malah sebaliknya beberapa staf DPRD bersimpati setelah tahu kedatangan relawan yang didampingi wartawan sambil membawa sepanduk bertuliskan ” aksi peduli warga Balinuraga, Lampung Selatan ” mereka merogoh kocek disakunya untuk ditaruh ke dus yang kita bawa. Merasa tidak ada respon wakil rakyat yang bertahan di dalam akhirnya kita kembali turun. Sempat dibawah terpantau anggota yang baru datang padahal sudah menunjukan pukul 10.30 wita. Anggota tersebut bernama Wayan Sugati mengendarai mobil jenis sedan warna putih.

Angota ini terkesan cuek dengan kahadiran rekan rekan relawan. Lama juga Sugati tidak turun dari mobilnya setelah di parkir. Begitu turun Sugati langsung bergegas menuju ruang Komisi B padahal didepannya terpampang spanduk bertuliskan seperti di atas. Menyaksikan tingkah laku anggota DPRD tersebut Made Puja Darsana alias Mupu dari LSM FP2B Bali langsung menyatakan kecewa
“Saya kecewa dengan sikap dan sambutan wakil rakyat…mereka itu terkesan kurang pedul,” ujar Mupu.

Malah Mupu mengaku salut dengan sikap staf kesekretariatan Dewan yang justru sangat simpatik memberikan sumbangan.
Dari aksi yang dilakukan di Dewan Klungkung tersebut berhasil terkumpul Rp 974.000.
Selanjutnya aksi Ngamen tersebut kemudian kembali dilakukan di Catus Pata perempatan Klungkung. Sekitar pukul 12.00 wita aksi tersebut dilakukan di Rumah Makan Mertasari, Pesinggahan, Dawan. Suatu kebetulan di sana ada Ketua umum DPP PDIP Megawati Soakarnoputri didampingi Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Klungkung Wayan Candra dan Bupati Tabanan Putu Eka Wisyastuti.

Ketika Margi Cs dan para LSM masuk ke rumah makan tersebut ibu Mega dan tamu lainya yang melihat langsung memberikan sumbangan. Bahkan beberapa warga lainya yang sedang makan juga ikut merogoh koceknya. Dari sana aksi dilakukan diperempatan Tihingngadi, Dawan. Sementara dari aksi tersebut total uang yang terkumpul sebanyak Rp 5.236.000. Dan uang itupun untuk sementara langsung di titip di Polsek Klungkung.

Baca Juga :
Panwaslu Kab.Klungkung Melantik Panwaslu tingkat Kecamatan

Namun ada kabar kurang bagus dialami para relawan begitu pulang. Istri panyayi Pop Bali, Margi, Ade Candra Udayani mengalami pingsan usai aksi tersebut. Korban tiba tiba sesak nafas. Korban pun langsung dilarikan ke UGD Klungkung untuk mendapat penanganan dan kondisinya sudah membaik. Untuk diketahui dari aksi selama tiga hari tersebut sudah terkumpul sekitar Rp 34 juta lebih.

Sementara itu Ketua DPRD Klungkung AA Gde Anom mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. terlebih lagi ada upaya mengusir warga Bali asal Bali dari Lampung. “Mereka ini kan melaksanakan program pusat. Mestinya pemerintah pusat dan pemerintah setempat bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujarnya.

Dan tidak boleh ada upaya untuk mengusir warga Bali dari sana. “Intinya harus tetap pada bingkai NKRI,” imbuhnya. Selain itu Gung Anom juga menyarankan agar mengkaji kembali MoU transmigrasi. Salah satunya yang mendapat penekanan adalah adanya jaminan keamanan bagi mereka oleh pemerintah pusat dan pemerintah penerima di sana. Untuk itu pihaknya mengaku akan bersurat ke Gubernur. Sementara aksi peduli ini akan ditutup hari Selasa (6/11) sore. Dan pukul 18.00 wita akan dilakukan hiburan dari musisi Klungkung seperti Margie, Tison, Gek Diah 3G, Yuni Suari dan Dewa Handra dan beberapa musisi lainya. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di depan Monumen Puputan Klungkung. SUS-MB