I Gusti Ngurah Agung Darmayuda/Komisioner KPU Kota Denpasar

NADA dering HP penulis bertalu-talu. Rupanya berasal dari WA grup PPK dan PPS Kota Denpasar. Banyak foto yang dikirimkan oleh PPS dan PPK lengkap dengan nama kegiatan dan lokasi kegiatan. Kiriman foto kegiatan sosialisasi Pilgub Bali 2018 dalam bentuk pertemuan tatap muka warga banjar sudah berlangsung semenjak 3 hari yang lalu. Ada 425 banjar/lingkungan yang akan dilakukan kegiatan sosilaisasi ini. Ada yang menyasar ibu-ibu PKK, ada yang menyasar warga adat, ada yang bertemu warga dinas, ada pula yang menyasar sekaa teruna. Dari sekian foto yang dikirim, ada PPS yang membuat komen berkaitan dengan  Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018.
Hari Kebangkitan Nasional dimuali dari  sejarah lahirnya organisasi Budi Utomo. Organisasi Budi Utomo yang lahir pada tanggal 20 Mei 1908 adalah trobosan keberanian para anak muda saat itu yang bangkit dari cengkraman keterjajahan dengan mencoba sebuah ide gerakan kemajuan. Sebuah keinginan yang besar saat itu yang dimotori oleh para pemuda usia belasan sampai dua puluh tahun itu dilakukan dengan upaya mendapat akses pendidikan yang lebih baik dan lebih luas bagi kaumnya saat itu. Ide budi utomo berkembang menjadi tonggak kebangkitan para pejuang untuk melahirkan para pemimpin baru dengan menerapkan cara yang lebih modern dengan mengandalkan keungulan intelektual ketimbang factor keturunan. Gerak langkah yang dirintis Budi Utomo menginspirasi gerakan kebangkitan bersekala nasional yang membuka jalan menuju kemerdekaan Indonesia. Kita sepatutnya mengambil api semangat ini dalam aspek kekinian dalam menghadapi permasalahan bangsa kita. Mentalitas era kebangkitan nasional yang pernah menjadi pelopor kebangkitan Asia Afrika kita ambil rohnya menjadi lokomutif semangat masa kini.
Apa yang terjadi masa kini dengan apa yang telah terjadi di era kebangkitan tentu berbeda. Kondisi saat ini dengan kondisi saat era kebangkitan jauh berbeda. Namun apabila kita bisa mengambil substansinya akan sangat bermanfaat merecharge semangat kebangsaan menuju kejayaan bangsa. Modal mental dan budaya dapat mengispieasi kemajuan bangsa sudah ada contoh soalnya. Bagaimana terjadi revolusi industry diawali dengan masa pencerahan renaissance yaitu menggali tradisi budaya nenek moyang Yunani-Romawi sebagai pijakan kemajuan. Kita bisa juga melihat bagaimana Restorasi Meiji di Jepang bisa membuat jepang menjadi salah satu Negara termaju di dunia. Kemajuan Cina tak lepas dari bagaimana semangat budaya nenek moyang menginspirasi kemajuan cina saat ini.
Membawa semangat kebangkitan masa lalu ke era kekinian tentu berbeda caranya. Pada masa lalu kebangkitan para pemuda dipicu oleh kemarahan terhadap penjajah yang telah menindas kita bertahun-tahun. Semangat kebangitan dikobarkan oleh adanya musuh dari luar. Sedangkan kebangkitan kekinian adalah dengan mengobarkan semangat persatuan yang saat ini sedang mengalami ujian terutama ditahun politik. Penggunaan politik identiras yang mewarnai perpolitikan kita akhir-akhir ini dikawatirkan membawa perpecahan. Semangat Bhineka Tunggal Ika terus kita kobarkan untuk memperkokoh persatuan kita. Kebangkitan Nasional saat ini dikobarkan untuk menggali dan mengolah segala kemampuan dan potensi demi kemakmuran dan kemajuan bangsa.
Masa depan bangsa kita  ada pada generasi penerus yakni para pemuda Indonesia. Kebangkiatan nasional kekinian seharusnya mengispirasi para pemuda kita. Pengembangan sumber daya para pemuda kekinian saatnya diarahkan kearah kreativitas untuk dapat bersaaing dengan para pemuda global yang sudah ada bersliweran didepan mata akibat kemajuan ITE. Saatnya para pemuda bangkit mengambil peran untuk menggali potensi kecerdasan  untuk kemajuan bangssa denngan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Sehubungan dengan Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018, Penulis berharap para pemuda agar dapat berpartispasi aktif dalam pesta demokrasi yang akan kita songsong tangal 27 Juni 2018 dengan menjadi pemilih yang cerdas, menghasilkan pilkada yang berkualitas dan berintegritas.

Baca Juga :
Kota Singaraja Alami Deflasi 0,18 Persen

Denpasar, 20 Mei 2018
Penulis: I Gusti Ngurah Agung Darmayuda/Komisioner KPU Kota Denpasar