Jpeg

Sekretaris Koalisi Bali Mandara (KBM) Made Mudarta/mb

Denpasar (Metrobali.com)-

Terkait dengan adanya logo atau lambang Partai Golkar yang ada di baliho nomor 1, Sekretaris Koalisi Bali Mandara (KBM) Made Mudarta menjelaskan, pihaknya sudah menurunkan tim hukum untuk melakukan verifikasi dan investigasi dengan adanya logo Partai Golkar di baliho pasangan nomor urut satu yang tidak diusung oleh Partai Golkar.

“Kami sudah menurunkan tim hukum untuk melakukan investigasi. Apakah ini murni kekeliruan KPUD atau adanya unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja ingin menodai Pilkada Kota Denpasar,” ujarnya di Denpasar, Minggu (4/10).

Menurutnya, bila ternyata ini murni pelanggaran, maka pihaknya akan menempuh upaya hukum. KPUD Kota Denpasar dinilai telah melanggar kode etik untuk menyelenggarakan Pilkada Kota Denpasar. Sementara Partai Golkar sendiri sampai saat ini masih terbelah dua kubu sampai menunggu keputusan final. Padahal, baliho itu didesain, dicetak oleh KPUD dengan timnya.

“Bagaimana mungkin KPUD melakukan kesalahan fatal seperti ini. Jadi kesalahannya harus diperbaiki dan jangan sampai diulangi lagi,” ujarnya.

Ia menilai ada upaya dan strategi dari lawan politik untuk memenangi Pilkada Kota Denpasar. Namun ia meyakini bahwa upaya seperti itu tidak mempan di Kota Denpasar. Dimana berdasarkan hasil survei diketahui bahwa pemilih di Kota Denpasar rata-rata merupakan pemilih yang cerdas.

“Sekalipun ada upaya-upaya tertentu seperti memasukan logo Partai Golkar ke baliho salah satu kandidat, namun rakyat Kota Denpasar adalah pemilih yang cerdas. Mereka memilih pemimpin, bukan memilih partai tertentu. Ini adalah penyelenggaran politik, jangan sampai rakyat diarahkan dengan pelanggaran-pelanggaran politik, tidak beretika dan sebagainya,” demikian Made Mudarta.

Diketahui, baliho pasangan nomor urut satu yang diusung PDIP yakni IB Rai Darma Wijaya Mantra-IGN Jaya Negara (Darma-Negara) terdapat lambang Partai Golkar. Baliho ini tersebar hampir di seluruh titik strategis Kota Denpasar.

Baca Juga :
Pemkab Jembrana Tunda Pembahasan Anggaran Pilkada

Padahal posisi Partai Golkar untuk tiga paket di Pilkada Kota Denpasar bukan sebagai partai pengusung tetapi hanya sebagai partai pendukung. Bahkan, sebagai partai pendukung, Golkar kubu ARB dan AL memberikan dukungan yang berbeda, dimana Golkar kubu ARB memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 3 yakni Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri (AS). Sementara Golkar kubu AL memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut satu yakni Darma-Negara yang diusung PDIP.SIA-MB