Jembrana (Metrobali.com)

 

Kasus demam berdarah Dengue (DBD) atau lebih dikenal demam berdarah (DB) di tahun 2022 meningkat tajam. Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jembrana intensifkan kegiatan fogging dan edukasi.

Data pada Dinas Kesehatan Jembrana, hingga Rabu, 14 Desember 2022, total kasus DB mencapai 320 kasus atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun 2021 sebanyak 96 kasus. Dan bahkan melebihi kasus DB di tahun 2020 sebanyak 268 kasus.

Dari lima (5) kecamatan di Jembrana, kasus DB paling banyak terjadi di Kecamatan Jembrana dengan 89 kasus, selanjutnya Kecamatan Negara 79 kasus, Kecamatan Melaya 60 kasus, Kecamatan Mendoyo 57 kasus dan Kecamatan Pekutatan dengan 35 kasus.

Di tahun 2022, kasus DB paling banyak terjadi di bulan Mei sebanyak 43 kasus. Sedangkan di bulan Desember hingga Rabu (14/12/2022) tercatat 22 kasus. Sementara di tahun 2021 di bulan yang sama (Mei dan Desember) terjadi 7 kasus dan 9 kasus.

Meskipun mengalami peningkatan tajam, kasus DB yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Jembrana, dr. Made Dwipayana dikonfirmasi Rabu (14/12/2022) mengaku sudah melakukan penanganan dan upaya pencegahan seperti melaksanakan pemberantasan sarang jentik nyamuk (PSN).

“Tahun ini kita lebih intensif untuk fogging sebelum masa penularan untuk mencegah perkembangan nyamuk dewasa” jelas Dwipayana.

Pihaknya juga melakukan edukasi akan bahaya DB. Termasuk upaya pencegahan dengan melakukan 3M yakni menguras, membersihkan dan menutup tempat penampungan air atau dengan menanam barang bekas yang mudah menampung air bersih.

“Tenaga medis atau kesehatan dari puskesmas-puskesmas juga kita libatkan untuk memberikan edukasi ke warga. Ini sudah berjalan dan rutin kita lakukan” ungkapnya.

Dwipayana mengakui kasus DB tahun 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun tidak ada warga Jembrana yang meninggal dunia karena terjangkit DB.

Selanjutnya mantan direktur RSU Negara dan Kadis Sosial menghimbau masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan terutama melaksanakan 3M sebagai upaya pencegahan. (Komang Tole)