Foto: Ketua Dewan Perwakilan Masa (DPM) Wayan Kari Subali (tengah topi hitam) mendeklarasikan Hari Kesaktian Anti Korupsi Indonesia atau Hari Kesaktian Stop Korupsi Indonesia dari Pasar Anyar, Singaraja, Kabupaten Buleleng pada Selasa 11 Oktober.

Buleleng (Metrobali.com)-

Tabuh genderang perang anti korupsi bergema dari Bali di bawah panji-panji organisasi Dewan Perwakilan Masa (DPM). Ketua DPM Wayan Kari Subali menggetarkan Bali dan Indonesia dengan menyerukan perang melawan korupsi dan mendeklarasikan Hari Kesaktian Anti Korupsi Indonesia atau Hari Kesaktian Stop Korupsi Indonesia dari Pasar Anyar, Singaraja, Kabupaten Buleleng pada Selasa 11 Oktober.

Disaksikan para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia, Kari Subali penuh semangat berapi-api mengajak semua pihak menyatakan perang melawan korupsi. Sebab dia mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia yang dilanda bencana banjir bandang korupsi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi para oknum penegak hukum mulai dari polisi, hakim hingga jaksa juga tidak terlepas dari godaan korupsi.

Karena itulah Kari Subali yang juga Anggota DPRD Bali dari Partai NasDem ini tergerak mendeklarasikan Hari Kesaktian Anti Korupsi Indonesia atau Hari Kesaktian Stop Korupsi Indonesia sebagai bagian upaya bergerak melawan koruptor yang dianggap bahkan lebih kejam dari teroris.

“Indonesia banjir bandang korupsi dan kita tidak ingin negara ini bangkrut dan hancur karena korupsi, gara-gara para koruptor. Jadi hanya ada satu kata, LAWAN! Makanya saya mewakiliri rakyat Indonesia yang anti korupsi mendeklarasikan Hari Kesaktian Anti Korupsi Indonesia, Hari Kesaktian Stop Korupsi Indonesia di Bulan Oktober ini. Ini penting kita gaungkan karena para koruptor itu lebih kejam dari teroris” terang Kari Subali yang mendirikan DPM sejak tahun 1999 ini.

Kari Subali menyebut upaya melawan korupsi sebagai bagian reformasi jilid 2 dan membuka lembaran baru, babak baru reformasi dimana reformasi jilid 1 dianggap gagal total. “Ini (Hari Kesaktian Anti Korupsi Indonesia) adalah reformasi jilid 2 dan saya mengajak semua elemen masyarakat yang tidak ingin negara ini hancur karena korupsi untuk bersama-sama lawan dan stop korupsi,” tegas tokoh Bali yang dikenal nyentrik dan punya ribuan massa militant ini.

Tokoh anti korupsi asal Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem ini juga menyoroti penegakan hukum di negeri ini yang masih tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas, bahkan oknum petinggi Polri juga diduga menjadi bekingan judi.  Kari Subali juga mengancam akan mengajak rakyat demo besar-besaran mendemo kantor penegak hukum yang tebang pilih ataupun menjadi sarang mafia hukum.

“Kalau ada penegak hukum yang tebang pilih kita siap bergerak bersama rakyat demo kantornya,” tegas Kari Subali disambut teriakan riuh anggota DPM yang hadir serta mengundang decak kagum para pedagang pasar dan pengunjung para yang turut antusias menyaksikan orasi dari Kari Subali.

Tokoh Bali yang dikenal lurus dan bersih ini lantas mengajak para polisi di tanah air meneladani polisi paling berani dan paling jujur di seantero negeri ini yakni almarhum Jenderal Hoegeng. “Jenderal Hoegeng adalah contoh terbaik polisi paling jujur di republik, jadi para polisi harus mampu meneladani beliua, jangan malah seperti Sambo,” sindir Kari Subali.

Dirinya lantas berharap KPK bisa membuka kantor perwakilan di setiap daerah agar pemberantasan korupsi bisa lebih massif dan pencegahan korupsi bisa lebih efektif. “KPK harus hadir di setiap provinsi dan kami dari DPM siap bersinergi dengan KPK,” pungkas Kari Subali. (wid)