Karangasem ( Metrobali.com )-
Sungguh tragis perjalan hidup Ni Wayan Kanta 43 mengakhiri hidupnya gantung diri disebuah pohon mangga. Korban yang tinggal di Dusun Linggasana, Bebandem itu tetap tak tertolong nyawanya walaupun tim medis Puskesmas Bebandem Karangasem sudah berupaya menyelamatkan nyawanya berakhir sia- sia. Peristiwa tragis tersebut terjadi Minggu (16/9) sekitar pukul 08.30.

Menurut anaknya, I Made Mudiana (15), pagi itu sekitar pukul 08.00 korban minggat dari rumah. Lantaran korban punya riwayat penyakit gangguan kejiwaan, Mudiana bersama pamannya I Ketut Tegteg (28) sudah mencoba mencari-cari sampai akhirnya berhasil menemukan korban di kebun milik Wayan Sriadi (45).

Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada dahan pohon mangga dengan leher terjerat tali plastik hijau. Tanpa basa basi, Mudiana dan Tegteg langsung memotong tali yang menjerat leher wanita paruh baya itu. Saat itu, menurut Mudiana, tubuh ibunya masih lemas dan masih ada sedikit denyut nadinya. ‘’Kami buru-buru bawa pulang lalu minta tolong puskesmas. Tapi petugas puskesmas bilang sudah meninggal,’’ terang Mudiana pada hari Senin (17/9)  dihadirkan ke Mapolsek Bebandem untuk memberi tambahan keterangan.

Sementara pihak Polsek Bebandem sendiri sudah menyelidiki kasus tersebut dan dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, dipastikan tak ada unsur keterlibatan orang lain di balik kematian korban. Kasubag Humas Bag. Ops. Polres Karangasem, AKP Made Wartama, seijin Kapolres, AKBP Rudy Efendy, SIK, mengatakan, kejadian tersebut murni gantung diri. ‘’Kecuali bekas jeratan di leher, kita tak menemukan jejak tindak kekerasan pada tubuh korban. Itu murni gantung diri,’’ tegasnya. SUS-MB

Baca Juga :
Bupati Artha Resmikan Pemanfaatan Anjungan Betutu Gilimanuk