Keterangan foto: Sejumlah warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Senin (29/3) mendatangi Kantor Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana/MB

Jembrana (Metrobali.com) –

Sejumlah warga yang mengatasnamakan diri Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Senin (29/3) mendatangi Kantor Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana.

Mereka ngelurug kantor desa setempat terkait dugaan pungli (pungutan liar) yang dilakukan salah satu oknum Kadus (Kepala Dusun) berinisial Ketut PA kepad warga pendatang atau warga pindahan.

Kedatangan mereka diterima Perbekel (Kepala Desa) Dangintukadaya I Gusti Putu Murdi dan selanjutnya dilaksanakan pertemuan di aula kantor desa setempat.

“Maksud kedatangan kami untuk menyampaikan surat pernyataan terhadap kinerja Kadus Sebual” ujar Koordinator Aliansi Peduli Desa Dangintukadaya, Putu Oka Margana dan Made Widiarsa.

Selain itu lanjutnya, juga menuntut sikap tegas Perbekel Desa Dangintukadaya. Karena oknum Kadus ini kerap bertindak diluar kewajaran seperti adanya dugaan pungutan liar (pungli) khususnya terhadap warga baru (pindahan).

“Warga sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan dan kinerjanya” tegasnya.

Akan kelakuan oknum kadus tersebut ia minta pihak Perbekel Desa Dangintukadaya segera mengambil sikap dan tindakan. Karena jelas-jelas melanggar Peraturan Presiden no 87 tahun 2016 tentang saber pungli.

Ditegaskanya kedatangan mereka ke Kantor Desa Dangintukadaya tidak bermaksud menuntut perbekel atau pemerintah untuk melakukan eksekusi. Namun hanya ingin mendengar pernyataan bahwa tindakan oknum kadus itu melanggar.

“Cuma itu, selanjutnya nanti kami yang akan koordinasikan. Tadi pernyataan dari Perbekel, bahwa oknum kadusnya sudah diberikan SP (surat peringatan) pertama” ungkapnya.

Sementara Perbekel (Kepala Desa) Dangintukadaya Gusti Putu Murdi mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat peringatan dengan harapan tidak mengulangi lagi dan memperbaiki karakter serta lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat.

Baca Juga :
Bupati Tamba Dukung Pengembangan Smart City Menuju Jembrana Emas 2026 

Surat peringatan kepada oknum Kadus ini menurutnya diberikan setelah dirinya turun kelapangan mencari keterangan bersama pengurus BPD (Badan Pemusyawaratan Desa) dan aparat desa lainnya.

“Sebelum Aliansi datang informasinya sudah kami tindaklanjuti. Apalagi diunggah di media sosial. Tapi kami tetap praduga tidak bersalah meskipun sudah kami berikan peringatan” ujarnya. MT-MB