Foto: Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Julie Sutrisno Laiskodat (tengah) berfoto bersama jajaran pengurus NasDem Bali di sela-sela Rakernas NasDem di Jakarta.

Jakarta (Metrobali.com)-

Rakernas Partai NasDem yang sukses digelar selama tiga hari, 15-17 Juni 2020 di Jakarta menjadi ajang konsolidasi dan memanaskan mesin partai jelang Pemilu 2024 dan juga memberikan sikap optimis bagi kader-kader NasDem di seluruh Indonesia.

Begitu pula halnya dengan DPW Partai NasDem Provinsi Bali yang semakin optimis, percaya diri alias “pede” meraih target perolehan kursi legislatif pada Pileg 2024, khususnya mengakhiri “puasa kursi DPR RI” dari Bali.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan dirinya tentu juga akan lebih fokus mencapai target kursi legislatif NasDem di Bali khususnya merebut satu kursi DPR RI Dapil Bali.

“Saya akan fokus menjalankan lebih banyak program Partai NasDem untuk masyarakat Bali. Dan mengingat kita tidak ada perwakilan di DPR RI, di DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota juga belum semua dapil terisi, jadi kita lebih fokus ke legislatif,” kata Julie Laiskodat, Minggu (19/6/2022).

Politisi perempuan berparas cantik ini menambahkan tagline Bersatu Berjuang Menang atau disingkat BBM yang dicetuskan oleh Ketum NasDem Surya Paloh juga menjadi spirit perjuangan yang terus dikobarkan untuk mencapai target-target di Pileg maupun Pilpres 2024 khususnya merebut satu kursi DPR RI Dapil Bali

Salah satu strategi yang ditekankan untuk merebut kursi DPR RI termasuk juga mencapai target raihan kursi di DPRD Kabupaten Kota se-Bali dan DPRD Bali adalah sinergi tusuk sate antara caleg NasDem di semua tingkatan.

“Dimana semua suara legislatif harus tusuk sate, dan minimal satu kursi DPR RI harus tercapai,” tegas Julie Laiskodat yang juga Ketua Pemenangan Teritorial Bali, NTT, NTB DPP Partai NasDem ini.

Baca Juga :
Polisi Periksa ABK dan Nahkoda Kapal Terbakar

Tidak hanya itu, dalam perjuangannya NasDem juga berbekal filosofi sapu lidi yang intinya menekankan persatuan dan kebersamaan. Sapu lidi tidak bisa sebatang tapi harus segenggam dan sapu lidi segenggam berarti ramai-ramai semuanya bersatu untuk mencapai tujuan

“Jadi dengan BBM, wajib tusuk sate, dan dengan filosofi sapu lidi kita optimis mencapai tujuan yakni kemenangan Partai NasDem di 2024,” sambung Julie Laiskodat yang juga merupakan istri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Laiskodat ini.

Ia menegaskan kader-kader NasDem di Bali semakin solid dan optimis menatap Pemilu 2024 pasca hasil Rakernas Partai NasDem 2022 merekomendasikan tiga nama Bakal Calon Presiden (Capres) untuk Pilpres 2024 yakni Anies Rasyid Baswedan, Muhammad Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo.

“Dengan ada muncul tiga nama bakal capres dari NasDem, kader-kader NasDem sampai di akar rumput semakin solid dan optimis menatap masa depan partai yang lebih cerah dan kejayaan Partai NasDem pada Pemilu 2024. Kami siap memberikan yang terbaik,” kata Julie Laiskodat.

“Saya melihat teman-teman di awal sebelum ada pengumuman tiga nama Bakal Capres dan belum mendengar pidato penutupan Ketua Umum, ada kader yang merasa bimbang ragu dengan ketidakpastian. Tapi setelah ada tiga nama dan penegasan pidato Ketum, kader di bawah semakin semangat dan solid. Kita ikuti, taat dan patuh pada arahan Ketua Umum,” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti penegasan yang disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, tiga nama Bakal Capres dari NasDem ini bukan untuk kepentingan NasDem semata tapi lebih besar lagi adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Ketua Umum sudah bilang bukan kepada kepentingan NasDem saja tapi kepentingan bangsa, Julie Laiskodat yang juga Ketua Pemenangan Teritorial Bali, NTT, NTB DPP Partai NasDem ini.

Baca Juga :
Jurnalis Bali Kecam Tindak Kekerasan Oknum TNI AU Terhadap Jurnalis di Riau

Menurutnya dengan sudah ada tiga nama tersebut, kader NasDem di Bali sudah diperbolehkan mensosialisasikan tiga nama itu di tengah-tengah masyarakat. Namun tidak boleh hanya mensosialisikan salah satu nama melainkan tiga nama sekaligus.

“Kita sudah dizinkan untuk mensosialisasikan tiga nama di di tengah-tengah masyarakat tapi dengan syarat ketiganya harus disosialisasikan, tidak boleh hanya satu nama,” ujar Julie Laiskodat. (dan)