Dewa Gede Mahendra1

Manfaat program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang pelaksanaannya telah memasuki tahun ke-4 makin dirasakan oleh masyarakat luas. Program yang memberi layanan kesehatan secara cuma-cuma ini pun terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan paripurna. Untuk itu, Pemprov Bali terus berupaya menyempurnakan kualitas layanan melalui perluasan layanan dan jejaring. Khusus untuk perluasan layanan, terhitung sejak pertengahan April 2013, JKBM menanggung biaya perawatan bagi anak-anak yang terlahir dengan cacat bawaan seperti hidrocepalus, tanpa anus dan tanpa saluran kencing. Terobosan ini mendapat apresiasi karena menjawab kegelisahan keluarga dengan anak cacat bawaan.

Karo Humas Setda Provinsi Bali Dewa Made Mahendra Putra saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/11) berharap, masyarakat  tak ragu-ragu untuk memanfaatkan program ini agar putra putri mereka dapat kembali sehat dan menatap masa depan.

Lebih jauh Dewa Mahendra mengurai, setahun lebih layanan ini berjalan, JKBM telah memberi pertanggungan bagi puluhan anak yang terlahir dengan cacat bawaan seperti hidrocepalus, tanpa anus dan tanpa saluran kencing.

Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUP Sanglah, sepanjang tahun 2013 ada sejumlah anak yang penderita hidrocepalus terbantu program JKBM. Mereka antara lain Kadek Aldi Artawan, Kadek Citra Paramita Dewi, Kadek Krisna Amerta, Kadek Dian Cahya, Putu Nanda Praditya, Wayan Wedana, Ayu Mas Arya Diana dan Ketut Tegar Bayu Saputra. Lanjut di tahun 2014, tercatat 21 anak penderita penyakit dengan gejala kepala membesar tertanggung JKBM.

Selain hidrocepalus, JKBM juga menanggung biaya pengobatan bagi anak-anak yang lahir dengan cacat bawaan lainnya yaitu lahir tanpa anus. Sepanjang tahun 2014, program ini telah membantu sejumlah balita antara lain bayi Sri Lestari yang lahir di RSUD Klungkung. Selanjutnya ada Ni Putu Novita Agraeni, Dini Siti Khadijah, Viola Dwi Calista. Lebih dari itu JKBM juga meringankan beban balita yang menderita kelainan pada saluran kencing (hypospadia). Hingga pertengahan tahun 2014, JKBM sudah memberi layanan bagi empat anak penderita hypospadia. Sedangkan tahun sebelumnya, JKBM juga telah membantu tujuh anak dengan kasus serupa

Dewa Mahendra menegaskan, perluasan layanan ini bertujuan meringankan beban keluarga kurang beruntung yang mempunyai anak dengan cacat bawaan. Layanan ini, tambah dia, diharapkan dapat meringankan beban biaya yang harus ditanggung pihak keluarga. Hal ini mengingat, biaya perawatan yang harus dikeluarkan cukup besar. Apalagi, sebagian dari mereka lahir di tengah-tengah keluarga kurang mampu.

Dengan tanggungan JKBM, penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga tak memperpanjang penderitaan anak-anak tersebut. “Melalui terobosan ini, mereka kita harapkan tumbuh lebih optimal untuk menatap masa depan dan menjadi generasi penerus harapan bangsa,” ujarnya.

Dewa Mahendra menghimbau masyarakat tak ragu memanfaatkan layanan ini. “Kendala ekonomi jangan lagi dijadikan alasan untuk membiarkan anak-anak tersebut terpuruk dalam derita yang tak berkesudahan,” tambahnya. Dia juga menambahkan bahwa pertanggungan diberikan secara penuh selama proses penyembuhan anak-anak tersebut. Lebih dari itu, dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan dalam upaya penyembuhan mereka. AD-MB

Baca Juga :
Bupati Artha Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai