jk1

Jakarta (Metrobali.com)-

Wakil Presiden terpilih 2014-2019 Jusuf Kalla menginginkan masyarakat perkotaan agar dapat lebih membiasakan kultur tinggal di permukiman vertikal karena permasalahan lahan yang semakin lama semakin sulit.

“Di kota-kota lahan terbatas, sehingga satu-satunya cara adalah agar orang untuk hidup ke atas (permukiman vertikal) agar menghemat lahan,” kata Jusuf Kalla dalam acara Real Estat Indonesia (REI) di Jakarta, Kamis (28/8).

Apalagi, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa pada tahun 2020, sekitar 60 persen penduduk Indonesia akan bertempat tinggal di kota akibat derasnya arus urbanisasi.

JK berpendapat hal tersebut antara lain karena semakin berkurangnya lahan pertanian, sehingga sebagian tenaga kerja beralih ke industri jasa di perkotaan.

“Kalau di Jawa petani hanya punya 1/4 hektare, secara ekonomis itu hanya dapat menghidupi dua orang. Kalau dalam keluarga itu terdapat lebih dari itu maka orang-orang itu harus mencari pekerjaan di sektor lain seperti industri dan jasa yang ada di kota,” ucapnya.

Wapres terpilih mengemukakan, mengapa orang-orang di kota besar seperti di Jakarta lebih mudah tersinggung karena semakin minimnya tempat untuk berinteraksi.

Sedangkan tempat ruang terbuka hijau untuk bermain anak-anak, lanjutnya, juga semakin berkurang dan bangunan yang semakin menjamur adalah mal atau pusat perbelanjaan.

JK juga mengungkapkan anomali di Jakarta bahwa orang yang mampu tinggal di dalam kota sedangkan orang yang tidak mampu tinggal di luar kota, sehingga pendapatan mereka habis untuk beban biaya transportasi.

Untuk itu, ujar dia, orang-orang seperti di Jakarta harus terbiasa untuk tinggal di kawasan permukiman vertikal sebagaimana telah dirasakan masyarakat di sejumlah kota lainnya di kawasan ASEAN seperti Singapura.

Jusuf Kalla menuturkan salah satu temannya yang beretnis Melayu yang tinggal di Singapura, sepuluh tahun yang lalu masih mengomel karena mesti berpindah tinggal di apartemen setelah biasa tinggal di rumah.

Namun pada saat ini, lanjut JK, teman Melayu tersebut pada saat ini telah merasa enak.

Wapres terpilih juga menyoroti sukarnya pemerintah dalam membangun infrastruktur di perkotaan, padahal banyak pengembang yang telah membangun infrastruktur di kota-kota satelit mandiri.

Untuk itu, Jusuf Kalla juga menegaskan pemerintahan mendatang akan berfokus pada pembangunan infrastruktur serta membantu perumahan bagi kepentingan rakyat kecil. AN-MB 

Baca Juga :
Koster Berdialog dengan Tokoh Muslim Bali, Menjaga Kerukunan dengan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara