Denpasar (Metrobali.com)-

Lima tahun lalu Ketut Suwandi adalah ketua pemenangan Tjok Budi Suryawan dan Nyoman Gede Suweta dalam Pilkada Bali tahun 2008. Kandidatnya dikalahkan oleh I Made Mangku Pastika yang berpasangan dengan AA Puspayoga. Perlu waktu dua tahun untuk Suwandi, yang menjadi Wakil Ketua DPRD Bali akhirnya melihat bahwa Mangku Pastika bekerja untuk rakyat Bali.

Saat dijumpai di kediamannya jalan Veteran Denpasar, Wakil Ketua Golkar Bali ini mengaku mengamati dengan cermat dari hari ke hari lawan politiknya. Saat melihat begitu teliti dan serius Mangku Pastika berupaya mewujudkan program Bali Mandara yang dijanjikan sejak masa kampanye. Suwandi semakin tertarik,

“Saya terkejut setelah tahu Mangku Pastika tidur hanya dua jam. Selebihnya digunakan untuk membaca, mendesain ulang program-programnya saat belum bisa diterima pihak legislatif dan terus menerus berusaha meyakinkan kawan kawan di DPRD Bali untuk mendapatkan persetujuan bahwa program Bali Mandara harus segera bisa direalisasikan.”

Diakui Suwandi, tentu tidak semua bisa menerima pola kerja Mangku Pastika, terutama soal disiplin kerja, “Dia ini sangat cermat. Tidak saja tahu secara global, tapi juga detailnya persoalan. Ia ingat betul termasuk hal hal kecil, karena itu saya bilang dia cerdas. Kalau musti dinilai, saya nilai dengan angka 95,” ujar Suwandi yang telah mengundang ke rumahnya 1500-an orang kekerabatan (pasuwitran) yang telah dibangun selama bertahun tahun, Jumat 15 Februari 2013.

Akhirnya, Suwandi yang diberi gelar Jendra Kota oleh Mangku Pastika beberapa hari lalu, mengatakan pihak pemerintah provinsi dan DPRD Bali sepakat untuk menuangkan program Bali Mandara dalam perda, jadi sekarang ini menjadi tanggung jawab bersama, “Jadi tidak benar program Bali Mandara itu milik perseorangan. Program ini milik masyarakat Bali, karena itu musti dikawal bersama-sama pelaksanaannya. Arsitek Bali Mandara, ya Mangku Pastika.” RED-MB

Baca Juga :
KBRI Manila pantau WNI terdampak COVID-19 di sejumlah wilayah Filipina