Jembrana (Metrobali.com)
Jembatan darurat yang dibangun warga di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya akhirnya rampung dikerjakan. Namun Jembatan yang dibangun dengan menggunakan batang pohon kelapa dan kayu hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Dikerjakan dengan swadaya, jembatan darurat dengan panjang 15 meter dan lebar 2 meter mulai dikerjakan tanggal 31 Oktober dan rampung tanggal 4 November 2022.
Jembrana penghubung Banjar Ambyarsari dengan Banjar Blimbingsari di Desa Blimbingsari sebelumnya putus setelah diterjang banjir bandang pada tanggal 16 Oktober 2022 lalu.
Bhabinkamtibmas Desa Blimbingsari Aiptu I Wayan Suda bersama Kepala Kewilayahan Banjar Ambyarsari Desa Blimbingsari I Ketut Triagus Adi Wijaya dan warga sempat melakukan  pengecekan kelayakan  jembatan darurat tersebut.
Untuk memberi rasa aman, disisi kiri dan kanan dipasang pagar pengaman setinggi 1 meter. Sedangkan lantai jembatan menggunakan papan dengan panjang 2 meter, tebal 3 cm dan lebar 30 cm.
Selain menghabiskan 5 pohon kelapa sebagai bahan dasar jembatan, juga menggunakan pipa besi ukuran 6 dim sebagai penyangga jembatan. Dimasing-masing ujung jembatan dilakukan rabat beton untuk memudahkan sepeda motor. Jembatan darurat juga dilengkapi lampu penerangan.
Di ujung sebelah barat dan timur jembatan utama yang putus atau rusak akibat banjir, dipasang papan peringatan bahwa jembatan hanya khusus sepeda motor. Untuk kendaraan R4 dilarang melintasi. Hal ini dilakukan agar fungsi jembatan bertahan lebih lama sebelum dilaksanakannya perbaikan jembatan utama.
Perbekel Blimbingsari I Made John Roni mengatakan jembatan darurat dibangun warga secara swadaya. “Jembatan akan digunakan sampai jembatan utama (yang putus) selesai dikerjakan. Mudah-mudahan segera diperbaiki karena sudah dilihat dan diukur dari Dinas PU” harapnya. (Komang Tole)