Tabanan, (Metrobali.com)

Pengurus Federasi Olahraga Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Bali memilih Kabupaten Tabanan sebagi lokasi Kejuaraan Panjat dalam rangka persiapan menuju PON XX Papua Oktober 2021 mendatang.

Kejuaraan uji coba di Tabanan bertajuk “Mini Kompetisi Road To Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2021” berlangsung di Venue Sport Panjat Tebing Lapangan Alit Saputra Dangin Carik, Desa Dajan Peken Tabanan dan dibuka secara resmi oleh Ketum KONI Bali Ketut Suwandi Sabtu (3/4/2021) pagi.

Turut hadir Asisten I Sekda Tabanan AA.Ngurah Agung Satria Tenaya mewakili Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya dan undangan lainnya yaitu; Disdikpora Provinsi Bali, Kodim 1619/Tabanan, Polres Tabanan, Ketua Umum KONI Tabanan dan dan Ketua-Ketua Pengprov/Pemkab Cabor Bali dan Tabanan.

Kejuaraan diikuti 80 atlet nasional PON putra dan putri berasal dari 12 provinsi yaitu ; DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Riau, Papua, Aceh, Bangka Belitung, Jambi dan Bali sebagai tuan rumah dan atlet andalan lainnya dengan total peserta kurang lebih 120 orang.

Dalam sambutannya Ketua Umum FPTI Provinsi Bali Yudi Atmika mengatakan, kejuaraan yang digelar di Tabanan merupakan ajang uji coba atlet-atlet Panjat Tebing Bali bersama atlet dari Provinsi lainnya sebagai langkah persiapan menuju PON Papua 2021. Kejuaraan berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 April 2021 dilanjutkan dengan latihan bersama dan “Climbing Gathering” di Tebing Songan Kintamani hingga 10 April 2021 mendatang. Kejuaraan ini diharapkan sebagai ajang evaluasi sekaligus sosialisasi Bali zona aman Pandemi sehingga denyut pariwisata Bali dan Tabanan bisa segera pulih, ujarnya.

Berikutnya Bupati Tabanan Dr. Komang Gede Sanjaya, SE., MM., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Sekda Tabanan AA. Ngurah Agung Satria Tenaya menerangkan, pengembangan olahraga prestasi sejalan dengan Visi dan Misi pembangunan Kabupaten Tabanan yaitu; “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)”. Olahraga merupakan salah satu wahana pembentukan SDM yang unggul guna mampu meraih prestasi baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional. Bidang olahraga perlu terus dikembangkan dan disenergikan baik dibidang sport science, sport ekonomi, sport tourism, sport government dan sport digital sehingga bisa mendorong tercapainya target pembangunan daerah. Sanjaya menekankan mengingat Mini Kompetisi Panjat Tebing berlangsung di tengah pemulihan Pandemi Covid-19, maka penyelenggaraannya wajib tetap mematuhi Protokol Kesehatan sehingga tujuan awal kegiatan ini tercapai yakni sukses kejuaraan maupuan sukses penanggulangan Covid-19, terangnya.

Baca Juga :
Gempa Bermagnitudo 8,8 Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa dan Rawan Tsunami

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Dalam sambutannya Suwandi menegaskan, bahwa pelaksanaan event olahraga ditengah pemulihan Pandemi Covid-19 ini semua wajib mentaati protokol kesehatan. Kesehatan yang utama dan berharap kegiatan olahraga bukan sekedar meraih prestasi, tetapi olahraga juga bertujuan bisa memupuk rasa persaudaraan dan persatuan bangsa, tandasnya. (RED-MB)