Jembrana (Metrobali.com)-

Menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 tanggal 14 Maret 2021 harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan. Selain bawang merah, harga cabai bahkan menyentuh kisaran Rp.100 ribu perkilogram.

Harga cabai sudah mengalami kenaikan sejak pertengahan Februari lalu. Sedangkan harga bawang merah mulai naik sejak sepekan lalu.

Putu Eli (27) salah seorang pedagang sembako di Pasar Adat Lelateng mengatakan minggu pertama bulan Pebruari harga cabai masih Rp.30 ribu/Kg. Namun memasuki pertengahan bulan, harga cabai terus mengalami kenaikan dan sekarang mencapai Rp.100 ribu/Kg.

“Mungkin karena hujan. Cabai lokal ada, tapi lebih mahal” ujarnya. Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari sebelumnya 25 ribu/Kg, sekarang menjadi Rp 35 ribu/Kg.

Sementara Komang Warsini (50), pedagang sembako di Pasar Umum Negara mengatakan naiknya harga cabai dan bawang merah karena minimnya pasokan dari Jawa.

“Dari Jawa sedikit. Saya ngambilnya (beli) dari pedagang asal Tabanan” ujar pedagang asal Kelurahan Pendem ini.

Sementara itu Kepala Dinas Keporasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan bahwa musim penghujan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga sejumlah komoditi.

“Cabai lokal ada, tapi produksinya belum bisa memenuhi kebutuhan pasar” terangnya.

Meskipun harga cabai dan bawang merah naik lanjutnya, kedua komoditi dapur ini masih bisa didapat dengan mudah. “Karena cepat busuk apalagi harganya mahal, pedagang juga tidak berani banyak-banyak menyetoknya” jelasnya.

Pihaknya pada Jumat (12/3) akan menggelar pasar murah yang akan dilaksanakan di halaman parkir Pemkab Jembrana. “Kita buka mulai pagi sampai siang. Harapannya tentu untuk menstabilkan harga” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
BRI TOUCH Internasional Ubud Village Jazz Festival 2014