Jembrana (Metrobali.com)

 

Tembok penyengker (pagar alas) SMAN 1 Mendoyo di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo hingga kini belum mendapat penanganan.

Tembok penyengker disisi selatan sekolah dari informasi jebol sejak tahun 2016. Sedangkan disisi timur jebol sejak tahun 2019 lalu.

Pihak sekolah sementara menutupnya dengan seng. Namun lantaran lama tidak diperbaiki, kini seng diselimuti tanaman merambat dan karatan.

Tembok penyengker jebol diduga lantaran tanah penahan pondasi tergerus air selokan. Selain mengakibatkan banjir jika air selokan meluap.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mendoyo, I Ketut Ngurah Suka Darmasada mengatakan bahwa tembok pagar sekolah disebelah selatan sudah jebol sejak 2016. Sedangkan disisi timur tahun 2019.

Pagar jebol menurutnya karena air bah. “Sampai sekarang belum diperbaiki. Kalau disebelah selatan jebol sekitar 120 meter” ujarnya.

Untuk dibagian utara dan timur disebutnya telah dipasang pondasi sebagai antisipasi agar air tidak naik dan masuk ke kelas. (Komang Tole)