Foto: Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa, Ketut Suteja Kumara.

Denpasar (Metrobali.com)-

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar nomor urut 1, I Gusti Ngurah Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa) keluar sebagai pemenang kontestasi Pilwali Denpasar 9 Desember 2020.  Hasil sementara Jaya Wibawa unggul telak meraih 80 persen lebih suara atas rivalnya Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Amerta).

Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa, Ketut Suteja Kumara mengapresiasi pilihan masyarakat Denpasar dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 54 persen walau di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang dinilai sudah cukup bagus dan hampir sama seperti Pilwali 2015 di angka 56 persen yang dalam situasi normal.

“Bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini, dengan partisipasi pemilih yang lebih dari 50 persen, ini sudah bagus di tengah pandemi. Ini artinya masyarakat itu sudah aware terhadap adanya Pilwali 2020, dan tetap apapun yang menjadi keputusan masyarakat Kota Denpasar harus dihormati dan dihargai,” jelas Suteja Kumara ditemui di Denpasar, Sabtu (12/12/2020).

Ia mengajak semua pihak nanti menghargai keputusan hasil final Pilwali Kota Denpasar, sehingga tidak lagi mencari suatu yang perlu dipermasalahkan dari hasil tersebut.

“Saya rasa Pilwali Kota Denpasar ini semua sudah berjalan dengan baik, KPU sudah menyelenggarakan Pemilu dengan baik,” imbuh Suteja Kumara yang juga Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar ini.

Terkait pernyataan Ketua Tim Pemenangan Amerta Wayan Mariyana Wandhira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar yang menyebutkan ada anomali dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Denpasar 9 Desember 2020 ini dan menyebutkan masyarakat belum sepenuhnya cerdas dalam menentukan pilihannya, Suteja Kumara menegaskan tidak sependapat

Baca Juga :
Ditengah Wabah Pandemi Corona, Diskerpus Badung Buat Inovasi Program Inlislite dan Perpustakaan Berinklusi Sosial

Dalam hal ini, dia menekankan jangan mendiskreditkan masyarakat karena masyarakat memiliki hak suara dan memiliki tanggung jawab dalam Pilwali Kota Denpasar.

“Jangan mendiskreditkan masyarakat. Apapun yang dilakukan oleh masyarakat Kota Denpasar terkait Pilwali 2020 ini, saya rasa sudah berjalan dengan baik dan benar dan harus tetap dihormati dan dihargai apa yang menjadi keputusan masyarakat,” tegas Suteja Kumara yang juga Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar ini.

Terkait kunci kemenangan Jaya Wibawa di atas 80 persen sampai perhitungan final nantinya Suteja Kumara mengatakan bahwa masing-masing saksi punya data dan menjalankan tugas baik. Sehingga tidak perlu ada hal krusial dipertentangkan serta pleno-pleno yang telah diadakan saat ini dan jikapun pergeseran hanya bersifat administratif.

“Saya rasa apa yang menjadi hasil yang dilakukan oleh KPU, Bawaslu dan tataran di bawahnya sudah berjalan dengan baik,” kata Suteja Kumara lantas berharap jangan ada pihak-pihak yang seperti ingin memancing di air keruh, membuat suasana gaduh

“Buat masyarakat sejuk damai. Alangkah indahnya kalau kita membuat masyarakat bahagia,” tutup Suteja Kumara.

Seperti diketahui Paslon Jaya Wibawa yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PSI dan Hanura di Pilwali Denpasar menang telak 80 persen lebih atas  Paslon Amerta yang diusung Partai Golkar, Demokrat dan NasDem.

Data dari situs KPU (https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkk/tungsura/51) pada hari Sabtu 12 Desember 200 per pukul 19.30 Wita, menunjukkan Paslon Jaya-Wibawa unggul 80,9 % dari Paslon Amerta 19,1%. Walaupun memang data ini baru berasal dari 611 TPS dari total 1.202 TPS yang ada atau baru sekitar 50,83 % rekapitulasi suara yang masuk di sistem KPU.

Namun hasil sementara dari KPU ini dikuatkan oleh pernyataan Ketua Tim Kampanye Jaya Wibawa, Ketut Suteja Kumara yang menyatakan Jawa Wibawa unggul di atas 80 persen versi hasil perhitungan tim PDI Perjuangan.

Baca Juga :
Bupati Sanjaya Road Show Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di Beraban, Jatiluwih dan Candi Kuning

Di sisi lain Paslon juga sudah mengucapkan selamat kepada Jaya Wibawa telah dipilih oleh warga Denpasar sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar.

“Tidak mendahului ketetapan resmi KPU, berdasarkan hasil hitung cepat yang secara metodologis memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yang dapat dipertanggujawabkan, saya bersama Made Bagus Kertha Negara beserta Partai Koalisi Pengusung  dan seluruh relawan menyampaikan selamat pada pasangan Jaya Negara – Arya Wibawa sebagai pemenang kontestasi Pilwali Denpasar,” kata Cawali Ngurah Ambara, dalam keterangan persnya, Jumat (11/12/2020). (wid)