Foto: Serah terima alat pendukung produksi dari tiga orang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kepada UMKM Oke Juice Bali.

Gianyar (Metrobali.com)-

Sebagai kampus IT dan bisnis ternama di Bali dan Indonesia, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali berkomitmen penuh membantu dan melatih dan mendampingi digitalisasi UMKM alias membawa UMKM go digital demi peningkatan jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Hal itu dilakukan dosen-dosen ITB STIKOM Bali melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk itulah tiga orang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Ni Putu Linda Santiari, S.Kom., M.Kom., I Gede Surya Rahayuda, S.Kom., M.Kom., dan I Wayan Jepriana, S.Kom., M.Cs dibantu oleh mahasiswa ITB STIKOM Bali, yakni Ni Putu Diah Anggraeni dan I Kadek Mico Ferrandana, melaksanakan pengabdian masyarakat di Jalan Dewi Sri Gg. Anggur IV No. 11X Desa Batubulan, Gianyar.

Pengabdian itu menggunakan dana hibah dari ITB STIKOM Bali. Sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Industri Rumah Tangga (IRT) Oke Juice Bali milik Ni Luh Putu Vivi Sumayanti. UMKM Oke Juice Bali dibantu dengan berbagai pelatihan dan pendampingan salah satunya mengenai pemasaran digital sebagai bagian upaya mendorong digitalisasi UMKM.

Linda Santiari ditemui di Denpasar, Selasa (1/6/2021) menjelaskan perkembangan teknologi dan kesempatan bersaing secara offline maupun online, produk-produk Industri Rumah Tangga hendaknya memiliki identitasnya masing-masing. Apalagi pandemi covid-19 saat ini banyak usaha, terutama industri rumah tangga yang harus melek dengan teknologi agar usaha tetap jalan saat pandemi.

“Selama ini jus kemasan masih dianggap sebagai minuman jus biasa, sehingga tidak menjadi fokus masyarakat untuk mengemas dan membuat identitas jus kemasan menjadi unik dan menarik,” jelas Linda Santiari.

Selama kurang lebih 6 bulan proses pengabdian masyarakat, Linda Santiari beserta tim membantu secara langsung (laring) maupun daring (online) di Oke Juice Bali.  Dalam situasi pandemi Covid-19, kegiatan pelatihan lebih banyak dilakukan secara daring (online) via zoom.

Kegiatan  dimulai dengan memberikan pengenalan varian pengemasan untuk jus kemasan, pengenalan promosi online secara umum, dilanjutkan dengan pelatihan dalam pembuatan promosi online dengan menggunakan instagram dan google business. Termasuk, pelatihan tentang pembuatan  logo dan branding dalam suatu usaha.

Pembuatan logo Oke Juice Bali dilakukan dengan berkonsultasi dengan pemilik gerai Vivi Sumayanti. Termasuk, proses pengambilan gambar produk untuk promosi di media sosial, hingga proses cetak logo yang dipilih untuk menjadi salah satu pendukung branding produk. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat pendukung produksi dan pemasaran serta evaluasi dan monitoring.

Hasil dari pelatihan kemasan dan logo desain.

“Kolaborasi kegiatan yang kami rencanakan bersama mitra berjalan baik, dilihat dari antusias mitra dalam mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan serta praktek langsung mengenai pemasaran melalui media sosial,” terang Linda Santiari.

“Dengan pendaftaran pada media sosial, diharapkan  dapat membantu optimalisasi pemasaran dan peningkatan hasil produksi sehingga dapat melebarkan jangkauan konsumen yang ingin mencari jus kemasan via online,” sambungnya.

Sementara, pemilik Oke Juice Bali mengakui, kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuannya dengan praktek langsung mengenai pemasaran produk melalui sosial media dan meningkatkan penjualan.

“Saat ini, sudah mulai ada peningkatan penjualan, terutama secara online yang berasal dari berbagai wilayah di Gianyar dan Denpasar” ungkap Vivi Sumayanti. (rls)