Jembrana (Metrobali.com)-

Bupati Jembrana I Nengah Tamba siap pasang badan untuk memuluskan rencana mega proyek jalan tol Gilimanuk-Denpasar.

Bahkan Bupati Tamba yang mantan anggota DPRD Provinsi Bali dua periode ini siap berdebat beradu argumentasi dengan mereka yang menolak pembangunan jalan tol ini.

“Mari duduk bareng beradu argumentasi membicarakan pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar” ujar Bupati Tamba saat ditemuai di ruang VIP Kantor Bupati Jembrana, Senin (1/3) sore.

Adanya jalan tol kedepannya sangat bermanfaat untuk kemajuan pariwisata di Jembrana, dimana waktu yang ditempuh dari Denpasar ke Jembrana lebih singkat dan cepat.

“Ini (jalan tol) penting buat kita. Jembrana tidak akan bisa maju. Saya siap berdebat” tegas Bupati Tamba didampingi Pj Sekda Jembrana Nengah Ledang.

Diakuinya pandemi Covid-19 telah memporak porandakan perekonomian termasuk di Jembrana. Selain fokus dalam penanganan Covid-19, juga pemulihan ekonomi melalui program-program kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu lanjutnya, pemerintahan Tamba-Ipat secara khusus akan menggarap sektor perikanan dan pertanian sebagai sektor unggulan dalam upaya percepatan perputaran ekonomi di Jembrana.

“Kondisi sekarang, bagaimana supaya roda perekonomian masyarakat tetap berputar. Disini hanya sektor perikanan dan pertanianlah yang lebih realistis sebagai sekala prioritas saat ini” tegasnya.

Fokus dalam sektor perikanan dan pertanian bukan berarti mengesampingkan sektor lainnya. Bahkan dirinya membuka lebar iklim investasi ini di Jembrana. Dengan membuka sebesar-besarnya keran investasi maka lapangan pekerjaan akan semakin banyak yang muaranya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jembrana.

“Kami sediakan karpet merah untuk investor yang mau berinvestasi di Jembrana. Tidak akan dipersulit” ujar Bupati Tamba.

Apabila ada aturan yang sekiranya menghambat sambungnya, harus dipermudah sehingga investor merasa nyaman dan aman. Namun investor tetap memperhatikan kearifan lokal masyarakat Jembrana.

Baca Juga :
Pengacara Elza Syarief diperiksa KPK

“Kondisi PAD seperti ini satu-satunya jalan mesti berbaik-baik dengan siapa saja sehingga ikut membangun Jembrana. Kalau ada investor yang mau berinvestasi dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Jembrana, kenapa tidak” pungkasnya. (Komang Tole).