Agus (2)Denpasar (Metrobali.com)-

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikomando Ketut Maha Agung mendakwa Agus Tay Hamba May turut serta menyembunyikan jenazah Engeline dalam kasus pembunuhan keji itu sebagaimana tertuang dalam pasal 181 KUHP.

Kendati begitu, pada dakwaan primer dan subsider Agus dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 338 KUHP. Sidang kasus pembunuhan dengan terdakwa Agus dilanjutkan Selasa pekan depan. Agenda sidang selanjutnya adalah saksi-saksi setelah kuasa hukum pria 27 tahun itu tak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

“Kami tak mengajukan eksepsi,” kata kuasa hukum Agus, Hotman Paris Hutapea di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 22 Oktober 2015. Ketua Majelis Hakim I Gede Ketut Wanugraha meminta kepada JPU untuk menyiapkan saksi-saksi agar dihadirkan ke muka persidangan pada Selasa pekan depan.

Hotman menilai dari pokok persidangan, terlihat jika Margriet merupakan pelaku utama pembunuhan. “Kliennya si Hotma itu dari saksi menjadi tersangka utama. Engeline itu ahli waris bapaknya yang bule itu. Warisan itulah motivasinya,” tegas Hotman Paris.

Sementara itu, kuasa hukum Agus lainnya, Haposan Sihombing mengucap syukur atas dakwaan yang disampaikan JPU. Menurut dia, yang terpenting Agus hanya didakwa dengan pasal 181 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan bulan penjara.

“Pasal 181 KUHP itu membantu menyembunyikan mayat. Peran Agus membantu menguburkan,” kata Haposan. Meski faktanya benar telah terjadi pembunuhan, namun Haposan menilai Margriet lah pelaku utama pembunuhan keji tersebut.

“Walau ada pembunuhan, pembunuhan itu dilakukan oleh Margriet. Agus hanya melakukan pembukusan, mengambil boneka, tali, menggali lubang menyalakan rokok, dan Margriet yang menyulut. Margriet juga yang menendang jasad Engeline,” jelas Haposan.JAK-MB

Baca Juga :
Parade Bhinneka Tunggal Ika diikuti 97.000 orang