makan vs olahragaJakarta (Metrobali.com)-
Menurunkan berat badan dengan cara yang sehat dan aman memang tidak mudah. Pelangsingan tubuh secara alami juga butuh usaha ekstra dalam menjaga pola makan dan rutin berolahraga.

Namun kedua hal itu kadang sulit untuk diusahakan terlebih untuk orang yang punya segudang kesibukan. Lalu, bisakah kita memilih salah satu di antaranya untuk lebih diutamakan saat ingin cepat melangsingkan badan?

Demi memangkas berat badan secara lebih cepat, Anda memang disarankan untuk ekstra menjaga pola makan. Berdasarkan video yang diunggah AsapScience beberapa waktu lalu, mengurangi makanan kurang sehat lebih efisien dibandingkan berlari di treadmill karena tidak makan banyak waktu.

Contohnya, ketika Anda makan cokelat berkalori 200, Anda harus berlari sekitar satu jam untuk membakarnya. Namun bila Anda tidak makan cokelat sama sekali dan tetap berlari meski hanya 30 menit, kalori tentu akan terbakar lebih banyak.

Sebuah penelitian pun pernah mengungkapkan hal serupa. Studi dari Loyola University Health System menunjukkan jika menjaga asupan kalori akan lebih menyukseskan pelangsingan tubuh. Yang menarik, hal itu bisa disebabkan karena sering berolahraga meningkatkan selera makan pada sejumlah orang. Riset lain juga pernah membeberkan jika olahraga awalnya akan mempercepat pembakaran kalori namun tidak saat sudah terbiasa.

Meski begitu, Anda tidak bisa benar-benar meninggalkan olahraga. Karena latihan terbukti dapat menjaga kesehatan dan membentuk tubuh jadi lebih kencang. Jika dikombinasikan dengan diet sehat dan rendah kalori, olahraga tentu akan mempercepat penurunan berat badan.

Aktivitas fisik juga bisa menghindarikan stres dan mengurangi risiko berbagai penyakit serius, seperti kanker, diabetes, dan jantung. Olahraga pun andal dalam meningkatkan mood serta memperbaiki kualitas tidur. (ami/hst) wolipop.detik.com