Irigasi Rangdu Tutup Total, ‘Ratusan Hektar’ Lahan Pertanian Kekeringan

metrobali
single-image

 

Buleleng (Metrobali.com)-

Miris melihat tanaman yang selama hampir dua bulan tidak terairi air dari irigasi Desa Rangdu, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Bagaimana tidak pasalnya, tanaman yang tidak mendapat air ini menjadi layu dan malahan produksinya juga mengalami penurunan. Hal ini memantik salah satu warga Desa Bubunan menjadi gerah dan berharap, agar air irigasi Rangdu bisa dibuka. Kalaupun tidak bisa secara full dibuka aliran airnya, setidaknya ada air yang mengalir ke lahan pertanian dan perkebunan.

“Pihak dinas yang membidangi irigasi sudah melakukan pengerjaan perbaikan pipa saluran air sepanjang 60 meter. Saluran air ini, mengairi lahan pertanian dan perkebunan untuk subak yang ada di Desa Mayong, Desa Rangdu, Desa Ringdikit dan di Desa Bubunan yang luasnya ratusan hektare,” ucap Salah satu warga Desa Bubunan, Cening Widiana (66), Kamis, (2/9/2021) di Desa Bubunan.

Iapun mengatakan perbaikan pipa saluran air itu, panjangnya kurang lebih 60 meter, yang rencana perbaikannya itu memakan waktu selama 90 hari.

“Harapan kami, pengerjaanya kan jangan terlalu lama di kerjakan dengan mengikuti deadline waktu yang telah di tentukan selama 90 hari. Karena ada efek daripada masyarakat yang ada di Desa Bubunan yang mempunyai tanaman tumbuh tua, tanaman yang mau belajar berbuah seperti pepaya kalifornia, ada kelapa genjah, dan ada juga cengkeh.” jelas Cening Widiana

“Investasi menjadi mati. Jadi harapannya itu supaya dibuka 4 hari sekali saluran airnya, agar tidak kering sekali lahan pertanian dan perkebunan.” imbuhnya.

Diungkapkan juga bahwa subak di Bubunan ada subak tua, subak anyar, ada subak Rangdu, subak Mayong , dan subak Ringdikit. Jadi ada 4 subak total luas pertaniannya kurang lebih 140 hektar belum termasuk subak tapi belum menanam padi, padi pun mengalami kekeringan. Pohon durian juga ikut mati karena kekurangan air.

Baca Juga :
Partai Buruh mendaftarkan pengurus baru dua minggu setelah kongres

“Kami berharap secepatnya ada air mengalir kesubak-subak, kalau tidak bisa seratus persen setidaknya ada air yang mengalir. Kami menyadari pengerjaan proyek irigasi ini ada aturannya.” pungkas Cening Widiana.

Terhadap hal ini, dari informasi yang diterima di Dinas PUPR Kabupaten Buleleng pada Bidang Pengairan, terungkap bahwa saluran air irigasi di Desa Rangdu secepatnya akan dibuka. Namun untuk itu, terlebih dahulu akan dilakukan pengecekan terhadap talang beton dan sebagainya. Apabila hal itu tidak ada masalah, maka saluran air akan dibuka full.

“Satu dua hari ini, kami akan melakukan pengecekan talang betonnya. Kalau sudah oke, maka saluran air dibuka. Kita tidak ingin ada masalah dalam hal ini. Jadi kita cukup berhati-hati juga untuk membuka saluran airnya. Namun kita pastikan beberapa hari lagi, saluran air sudah bisa dibuka, tanpa menunggu batas akhir pengerjaannya selama 90 hari. Jadi kalau bisa cepat dibuka, kenapa diperlambat,” tandas salah satu sumber di bidang pengairan yang tidak mau disebutkan namanya.

Pewarta : Gus Sadarsana

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd