Foto: Calon Bupati Jembrana Nengah Tamba (paling kanan) bersama pasangannya Calon Wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat (nomor 2 dari kanan) saat di DPD Partai Golkar Bali.

Denpasar (Metrobali.com)-

Harapan untuk mengambil kejayaan Jembrana atau Jembrana Kembali Jaya (JKJ) sudah di depan mata dan selangkah lagi dengan munculnya paket Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna yang akrab disapa Ipat (Paket Tamba-Ipat)

Ipat yang merupakan putra sulung Bupati Jembrana dua periode periode 2000-2005 dan 2005-2010 Prof. Dr. drg. I Gede Winasa, menyatakan diri siap maju menjadi Wakil Bupati Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba pada Pilkada Jembrana yang akan digelar 9 Desember 2020.

Ipat akan ikut bertarung lewat kendaraan Partai Golkar. Kepastian Ipat maju diungkapkan kepada awak media usai dirinya bersama Bakal Calon Bupati Jembrana Nengah Tamba, menemui Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry dan jajaran pengurus Golkar Bali, di Kantor Golkar Bali, Senin (8/6/2020).

“Saya sudah siap lahir batin maju sebagai Calon Wakil Bupati Jembrana mendampingi Bapak Nengah Tamba,” kata Ipat kepada awak media.

Ipat mengutarakan keinginannya maju di Pemilukada Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba karena melihat kondisi sekarang di kabupaten ujung barat Pulau Bali ini tidak ada perubahan ataupun gebrakan program seperti saat kepemimpinan ayahnya, Gede Winasa sebagai Bupati Jembrana. Ipat mengungkapkan pada intinya ia siap maju untuk mengembalikan kembali kejayaan Jembrana.

“Jembrana sekarang tidak lagi menjadi contoh bagi daerah lain karena dulu Jembrana di era bapak saya banyak inovasi dan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan. Tapi sekarang saya lihat tidak ada inovasi yang signifikan, justru inovasi yang berbau Winasa hilang”, kata Ipat.

Ipat saat ini tercatat masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas PUPR Kota Kediri, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, Ipat menduduki posisi sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Bidang Pengairan.

Ipat mengaku rela melepas posisi atau jabatannya dan meninggalkan “zona nyaman” di pemerintahan karena ingin mengabdi kepada tanah leluhurnya dan mengembalikan kembali masa keemasan Jembrana dengan beragam program dan inovasi pembangunan.

“Kenapa meninggalkan ASN karena saya tahu segala perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Saya siap mundur dari ASN dan akan pulang kampung mengabdi untuk perubahan yang lebih baik dari kondisi Jembrana sekarang dan saya sudah mendapat restu dari keluarga,” jelas pria kelahiran Surabaya, 23 Juli 1978.

Jelas Bibit, Bebet, Bobotnya

Sementara itu, Calon Bupati Jembrana Nengah Tamba yang akan berpaket dengan Ipat, mengatakan dirinya ikut berlaga di Pilkada Jembrana tidak sekedar maju menjadi calon abal-abal tapi didasari semangat dan keseriusan untuk memperbaiki Kabupaten Jembrana dari kondisi sekarang yang ia lihat masih jauh dari visi mensejahterakan masyarakat.

Politisi Partai Demokrat asal Desa Kaliakah Kecamatan Negara, Jembrana ini mengungkapkan menjatuhkan pilihannya kepada putra sulung Bupati Jembrana dua periode 2000-2010 Gede Winasa.

Salah satunya karena melihat bibit, bobot, dan bebet seorang Ipat untuk bersama-sama mewujudkan visi besar membawa Jembrana Kembali Jaya (JKJ) atau “Make Jembrana Great Again”. Pertimbangan memilih Ipat sebagai paketnya juga diakui Tamba didasarkan atas hasil survey.

“Memilih Ipat butuh proses yang tidak gampang. Apalagi beliau adalah ASN Golongan IVA. Namun keseriusan beliau berpaket dengan saya untuk bersama-sama membangun Jembrana lebih baik dari sekarang sangat saya apresiasi”, kata Tamba.

Mantan Anggota DPRD Bali dua periode ini melanjutkan bahwa Ipat sudah final maju di Pilkada Jembrana dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai yang langsung ditandatangani Ipat.

“Proses yang kami tempuh ini tak hanya sekala tapi juga niskala. Surat pernyataan Ipat itu ia tandatangani dihadapan Ida Rsi dari Griya Tegal Cangkring”, ungkap Tamba yang juga seorang pengusaha sukses.

Relawan JKJ Terus Bekerja Untuk Rakyat

Sejauh ini Tamba yang juga Ketua Relawan JKJ (Jembrana Kembali Jaya) tak lelah terus bergerak bersama Relawan JKJ membantu meringankan beban masyarakat Jembrana di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Seperti melakukan penyemprotan disinfektan bersama beberapa pihak seperti Brimob Polda Bali, Satgas Ggotong Royong di beberapa desa dan kelompok masyarakat lainnya.

Selain itu juga dilakukan pembagian masker, hand sanitizer, sembako dan saat ini pembagian paket ketahanan pangan berupa bibit bunga dan sayuran.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk selalu hadir dengan aksi nyata di tengah-tengah masyarakat, bukan semata-mata kepentingan politik.

“Kita bekerja untuk rakyat dan biarkan rakyat yang menilai. Istilahnya ‘De Ngaden Awak Bise. Depang Anake Ngadanin (Jangan mengklaim diri. Biarkan orang lain yang menilai),” tandas Tamba. (wid)