Denpasar (Metrobalicom)-

Kejahatan narkoba merupakan Extra Ordinary Crime yang saat ini sudah mengarah pada Narcoterorism. Hal ini menjadi permasalahan komplek baik dilihat dari faktor penyebab maupun akibatnya, yang membutuhkan penanganan dan dukungan semua lapisan masyarakat secara bahu membahu melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalah gunaan narkoba. Dengan menyasar pegawaiisntasni pemerintah sebagai peserta penyuluhan kali ini dapat dijadikan sebagai ujung tombak dalam melakukan kegiatan pencegahan secarabersama-sama.

Demikian disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)Propinsi Bali I Gusti Ketut Budiartha, Selasa (13/11) saat membuka acara pembentukan kader penyuluh anti narkoba dilingkungan instansi pemerintah,di Ruang Pertemuan Hotel Puri Nusa Indah Denpasar yang ditandai dengan penyematan tanda peserta.

Lebih lanjut dikatakan peran aktif para pegawai dalam upaya program pencegahan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), menjadi sangat penting dan strategis serta menentukan keberhasilan bangsa Indonesia untuk mengtasi permasalahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Peran kader diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk mendororong seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini juga sebagai upaya pengembangan kader penyuluh sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan tentang bahaya narkoba terutama dilingkungan teman sejawatnya.Sehingga lingkungan kerja akan menjadi imun, dan pegawai memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba, sehingga terwujud lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Sementara Kepala BNN Kota Denpasar AKBP. Purwadi mengatakan visi BNN yaknimenuju Indonesia bebas narkoba tahun 2015, dengan misi menjadikan masyarakat Indonesia immune terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba, yang ditetapkan melalui berbagai program pemberantasan. Disamping itu menyangkut penyebarluasannya mulai dari wilayah perkotaan sampai pedesan dibutuhkan penanganan yang terus diupayakan melibatkan masyarakat yang bekerja di instansi pemeritahan.

Hal ini bertujuan meningkatkan peran serta pekerjadalam menciptakan lingkungan instansi Pemerintah bebas narkoba. Penyuluhan dilaksnakan selama tiga hari dari 13-15 Nopember mendatang, yang diikuti 50 peserta terdiri dari pegawai instansi pemerintahan.  ”Diharapkan para pegawai dapat menjadi andalan sebagai kader penyuluh yang mandiri untukmelakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,”pungkasnya. PUR-MB