Foto : Pimpinan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah. (Widana Daud/Metro Bali)

 

 

Denpasar (Metrobali.com)-

 

Pegadaian (Persero) Kanwil VII (Bali, NTB, NTT) Denpasar  tahun ini menargetkan 1,1 juta nasabah dimana sebanyak 30 persennya dibidik dari kalangan generasi milenial. Dari sisi segmen, jumlah nasabah mayoritas Pegadaian saat ini berumur25 sampai 45 tahun sebesar 60 persen.Namun kedepan sebagian dari mereka akan memasuki masa tua.

“Kalau kami tidak garap anak muda di bawah 21 tahun maka akan ketinggalan.Maka dari total 1,1 juta target nasabah target di Bali,  NTB,  NTT, sebesar 30 persen kami targetkan dari generasi milenial,” kata Pimpinan PT. Pegadaian (Persero)  Kanwil  VII Denpasar, Nuril Islamiah didampingi Deputi Bisnis Area Pegadaian Denpasar Sucahya Prawa Laksana di sela-sela acara Happy Day With Pegadaian Literation Fair 2018 di Level 21 Mall Denpasar, Sabtu (31/3/2018).

Berbagai cara dilakukan untuk dapat mendekatkan diri dengan generasi milenial yang akan menjadi nasabah potensial di masa depan ini. Pertengahan Januari 2018 ini, PT. Pegadaian (Persero) telah meluncurkan aplikasi mobile Pegadaian Digital Service  yang bisa diunduh baik dari Google Play Store maupun Apple App Store. Pegadaian Digital Service merupakan salah satu fasilitas yang memungkinkan nasabah dan calon nasabah melakukan transaksi lebih cepat, disertai banyak fitur pilihan dan informasi produk yang dapat diakses melalui telepon genggam milik mereka.

Aplikasi ini fungsinya hampir mirip dengan layanan mobile banking perbankan, sehingga masyarakat tidak menghabiskan waktu untuk datang ke Pegadaian dalam melakukan transaksi.Aplikasi Pegadaian Digital Service ini harus diunduh dahulu kemudian dilakukan registrasi para nasabah lama dan baru.

“Aplikasi digital sudah menjadi kebutuhan dan tren.Jadi dengan aplikasi Pegadaian Digital Service orang-orang tidak harus berjalan jauh ke kantor pegadaian dan antre untuk melakukan transaksi.Nasabah bisa bertransaksi sendiri secara online lewat smart phone,” ujarnya.

Baca Juga :
Wagub Cok Ace : Jadikan Akulturasi Budaya China - Bali Untuk Tingkatkan Kerjasama Kembangkan Pariwisata 

Pegadaian juga memperkuat saluran distribusi secara offline dengan mengoptimalkan peran agen Pegadaian di masing-masing daerah.Mereka juga bisa membentuk semacam komunitas yang bisa menjadi wadah edukasi dan transaksi berbagai produk Pegadaian.“Di setiap daerah dimunculkan agen untuk menambah saluran distribusi,”tegas Nuril.

Di samping itu, Pegadaian juga cukup agresif melakukan pendekatan secara offline atau tatap muka langsung dengan calon nasabah dari kalangan pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan Pegadaian Goes to School dan Pegadaian Goes to Campus. Kegiatan ini menjadi semacam kampanye dan edukasi agar kalangan generasi muda mencintai investasi dan mengenal berbagai produk unggulan Pegadaian.

Pendekatannya disesuaikan dengan generasinya. Misalnya di  TK dengan bermain,  pada siswa SMP melalui edukasi tabungan emas dan untuk pelajar SMA mulai diarahkan untuk membeli emas, sementara mahasiswa didorong untuk menangkap lebih banyak peluang investasi pada berbagai produk Pegadaian.

“Kami ingin mendidik pelajar dan mahasiswa mencintai investasi sehingga mereka tidak hanya konsumtif tapi juga produktif berinvestasi,” tegas Nuril.

Pewarta : Widana Daud

Editor : Whraspati Radha