Ini Cara Mantra-Kerta Tekan Kemiskinan di Karangasem

single-image

Foto : Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2 I Ketut Sudikerta bersama warga dalam kampanye dialogis pasangan Mantra-Kerta di  Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem  Selasa (15/5/2018). 

Karangasem (Metrobali.com)-

Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2 I Ketut Sudikerta  kembali menegaskan bahwa komitmennya bersama Calon Gubenur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra-Kerta) menekan angka kemiskinan di Karangasem. Sebab sejauh ini, daerah paling timur di pulau dewata ini mengantongi jumlah penduduk miskin terbanyak di Bali.

“Karangasem masih punya angka kemiskinan tertinggi, disusul Klungkung dan Buleleng. Bagaimana caranya Karangasem tidak nomor satu kemiskinannya? Ini yang menjadi tugas kami,” kata Sudikerta dalam kampanye dialogis pasangan Mantra-Kerta di  Balai Banjar Gede Subagan, Kelurahan Subagan, Karangasem  Selasa (15/5/2018). 

Sudikerta menambah sesuai visi pembangunan Nawacandra untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di sembilan kabupaten/kota di Bali, Mantra-Kerta menyiapkan empat program dasar yang akan dijalankan yakni pendidikan gratis, kesehatan gratis, pangan, dan yadnya.

Kartu Cerdas Nawacandra disiapkan untuk program gratis biaya pendidikan 12 tahun, beasiswa pendidikan dalam dan luar negeri bagi siswa berprestasi yang kurang mampu. Sementara untuk menjamin kesehatan masyarakat disiapkan Kartu Sehat Nawacandra yang meliputi gratis biaya kesehatan dan pelayanan kesehatan. 

Penguatan pangan juga menjadi prioritas Mantra-Kerta melalui program gratis pupuk organik, donasi pajak bumi dan bangunan untuk lahan pagi dan peningkatan nilai tambah petani melalui Kartu Tani Nawacandra. “Kita akan bantu sarana produksi seperti pupuk sehingga hasil panen petani akan meningkat. Kalau petani sejahtera dan pangan tersedia, masyarakat akan sejahtera,” tegas Sudikerta.

Selanjutnya untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upakara Yadnya, Mantra Kerta sudah menyiapkan program gratis biaya ngaben , nyekah  dan metatah massal melalui Kartu Yadnya Nawacandra.

Baca Juga :
Wagub Cok Ace Sambut Baik Partisipasi UNUD Mengedukasi Warga terkait Covid-19

“Kartu Cerdas, Kartu Sehat, Kartu Tani dan  Kartu Yadnya Nawacandra akan mampu mengurangi jumlah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Sudikerta.

Tidak sampai di sana dalam kepemimpinannya nanti, bantuan untuk desa pakraman yang tahun ini baru Rp 225 juta akan ditingkatkan menjadi Rp 500 juta setahunnya. Atas apa yang disampaikan tersebut, warga meyakininya dan menyatakan siap memenangkan Mantra-Kerta. 

Pewarta : Widana Daud

Editor : Whraspati Radha

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.