Mengetik surat di laptop

Ilustrasi (Pixabay)
 
Jakarta (Metrobali.com)-
Tim Harford, ekonom dan penulis buku “Messy: How To be Creative and Reseilient in a Tidy-Minded World” percaya bahwa font yang jelek seperti Comic Sans atau Monotype Corsiva membantumu berkonsentrasi terhadap apa yang sedang dibaca.
“Saat kau melihat tulisan dengan font tersebut, terlihat jelek, susah dibaca tapi menarik perhatianmu. Saat kau tertarik, sebenarnya kau sedang mulai mencoba memahami apa isi tulisannya,” kata dia seperti dilansir Independent.
Harford merujuk pada studi psikologis di Princeton University tempat para guru diberi selebaran materi yang dibuat dalam dua versi, mudah dibaca atau font yang susah dibaca.
“Mereka yang mendapat font jelek yang sulit dibaca mendapat hasil ujian yang lebih bagus di berbagai subjek.” Ant
Baca Juga :
Berjuang Merebut Hak Bali: Penanaman Modal Harus Berdayakan Potensi Lokal Bali