masyarakat ekonomi asean

Denpasar (Metrobali.com)-

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPD APINDO) Bali Drs Panudiana Kuhn, MM menilai, Indonesia sebagai negara besar yang memiliki penduduk banyak tidak perlu khawatir menghadapi masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai Desember 2015.

“Indonesia dari segi sumber daya manusia (SDM) justru paling menonjol dibandingkan dengan negara lainnya di ASEAN,” kata Ketua DPD APINDO Bali Drs Panudiana Kuhn, MM di Denpasar, Selasa (21/4).

Ia mengatakan, demikian pula dalam pengembangan industri kecil dan kerajinan rumah tanga yang selama ini produknya mampu menembus pasaran ekspor melebihi kondisi yang terjadi di Thailand.

Khusus untuk Bali yang mengedepankan perkembangan sektor pariwisata maupun pendidikan tergolong paling siap menghadapi MEA 2015.

Panudiana Kuhn menambahkan, alam bidang pariwisata dengan didukung sumber daya manusia yang andal, akomodasi berupa hotel berbintang serta keindahan panorama alam dan keunikan seni budaya yang lestari menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat itu.

“Keunikan dan keragaman seni budaya yang diwarisi masyarakat Bali secara turun temurun tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Pulau Dewata,” ujar Panudiana Kuhn.

Bali selama tahun 2014 menerima kunjungan wisman sebanyak 3,76 juta orang, naik 14,89 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,27 juta orang.

Demikian pula selama dua bulan periode Januari-Februari 2015 wisman ke Bali tercatat 640.739 orang, bertambah 15,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 555.052 orang.

Panudiana Kuhn menjelaskan, kondisi demikian menunjukkan sektor pariwisata Bali dan Indonesia umumnya akan tetap eksis dalam menghadapi MEA yang akan berlaku beberapa bulan lagi.

Bahkan Bali kini sudah mengirim sumber daya manusia yang andal dalam bidang pariwisata, khususnya tenaga kapal pesiar ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di belahan dunia.

Baca Juga :
Hampir Sebulan Air PDAM Macet

Hal itu menunjukkan SDM bidang pariwisata dari Bali sudah mampu bersaing di pasar global, namun lembaga pendidikan bidang pariwisata setempat masih tetap dituntut untuk mampu meningkatkan mutu lulusannya.

Panudiana Kuhn menjelaskan, demikian pula dalam bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi di Bali kini banyak menerima mahasiswa dari mancanegara.

Mahasiswa asing yang melanjutkan studi di Bali umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang mahasiswanya kini berasal dari berbagai negara di belahan dunia, disamping bidang studi lainnya.

Hal lain yang tidak kalah menariknya mahasiswa asing yang datang dari berbagai negara melanjutkan studi di Bali untuk mempelajari dan mendalami seni budaya, khususnya tabuh dan tari Bali, ujar Panudiana Kuhn. AN-MB