ekspor udang

Denpasar (Metrobali.com)-

Ikan dan udang masih menjadi salah satu dari lima komoditas ekspor andalan Provinsi Bali karena kontribusinya mencapai 25,39 persen dari total ekspor senilai 38,08 juga dolar AS selama bulan Januari 2015.

“Empat komoditas andalan lainnya meliputi produk pakaian jadi bukan rajutan yang memberikan kontribusi 14,29 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Rabu (16/2).

Selain itu juga andil dari ekspor produk perhiasan sebesar 10,08 persen, produk kayu dan barang dari kayu (9,60 persen), dan produk prabot dan penerangan rumah (7,61 persen).

Bali menghasilkan devisa sebesar 38,08 juta dolar AS selama Januari 2015 atau menurun 6,87 persen dibanding bulan Desember 2014 yang tercatat 40,89 juta dolar AS.

Perolehan devisa tersebut juga merosot dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 45,92 juta dolar AS.

Panusunan Siregar menjelaskan bahwa pasaran Amerika Serikat menyerap paling banyak matadagangan ekspor asal Bali yang mencapai 23,34 persen, menyusul Jepang 8,59 persen, Singapura 7,99 persen, Australia 6,80 persen dan Hong Kong 4,60 persen.

Pengiriman berbagai jenis matadagangan ke pasaran luar negeri itu separuhnya lewat Pelabuhan Benoa, Bali dan sisanya melalui sejumlah pelabuhan laut di Pulau Jawa.

Ke depan diharapakan pengiriman matadagangan ke mancanegara itu dapat dilakukan meLalui Pelabuhan Benoa, Bali sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat maupun meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Panasunan Siregar. AN-MB

Baca Juga :
Ericsson Mobility Report: Penyerapan 5G lebih cepat dari perkiraan