IIPG dan KPPG Bali Gelar Pelatihan Instruktur Mejejahitan Banten, Bekali Perempuan Mantap Melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara

Metro Bali
single-image

Foto: Suasana pembukaan Pelatihan Pelatih/Instruktur (Training of Trainer) Mejejahitan Banten di Wantilan Sekretariat Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Minggu (2/5/2021).

Denpasar (Metrobali.com)-

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Bali dan Ikatan Perempuan Partai Golkar (IPPG) Provinsi Bali menggelar Pelatihan Pelatih/Instruktur (Training of Trainer) Mejejahitan Banten di Wantilan Sekretariat Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Minggu (2/5/2021). Kegiatan ini serangkaian juga memperingati Hari Kartini 21 April 2021 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2021.

Acara dihadiri langsung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry, Ketua IIPG Provinsi Bali Ni Wayan Suartini Sugawa Korry, Ketua KPPG Bali I Gusti Ayu Putu Ardaba Korry serta para kader perempuan Golkar para peserta.

Ketua IIPG Provinsi Bali Ni Wayan Suartini Sugawa Korry menjelaskan dipilihnya kegiatan pelatihan untuk pelatih/ instruktur mejejahitan banten ini, karena peran kaum perempuan Partai Golkar tidak lepas dari tugas hakiki kaum perempuan, yaitu mengemban tugas-tugas dharma agama dan sekaligus juga tugas-tugas melaksanakan pendidikan untuk generasi selanjutnya. Untuk itulah, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap yadnye dan dilaksanakan di Bali menjadi sangat penting.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, nantinya kaum perempuan di Bali semakin mantap melaksanakan dharma agamanya, sekaligus berhasil dalam menjalankan tugas-tugas dharma negara,” kata Suartini Sugawa Korry.

 

Pihaknya pun mengajak para perempuan di Golkar dan perempuan Bali serta Indonesia pada umumnya untuk terus meneladani dan merefleksikan spirit perjuangan Kartini dalam hal memujudkan emansipasi perempuan serta kesetaraan gender. Begitu pula terus mengobarkan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam membangun pendidikan nasional.

“Marilah perjuangan ibu Kartini dan semangat membangun pendidikan nasional dari Ki Hajar Dewantara, kita dukung dan dorong bangkitnya kaum perempuan Bali tercinta,” ajak Suartini Sugawa Korry.

Baca Juga :
Jamu Mitra Kukar, Indra Sjafri Janjikan Pertandingan Menarik

Dikatakan IIPG Bali, adalah lembaga yang dibentuk Partai Golkar yang ditugaskan untuk memberikan support kepada para suami, membangun dan membesarkan Partai Golkar. Sementara KPPG adalah organisasi sayap Partai Golkar.

“Kita jadikan nilai-nilai luhur Golkar, dimana kedepannya diharapkan lebih banyak lahir kader-kader berkualitas kaum perempuan Partai Golkar, yang siap mengemban membangun bangsa Indonesia. tugas- tugas Bapak Ketua dan hadirin sekalian,” pungkas Suartini Sugawa Korry.

Sementara itu Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi kegiatan pelatihan untuk pelatih/ instruktur mejejahitan banten ini sebagai bentuk aksi nyata Golkar terus berkarya walau di tengah situasi pandemi Covid-19 sebagai implementasi doktrin karya dan kekaryaan.

“Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan tekad berbuat melakukan karya nyata sebagaimana diajarkan dalam doktrin karya dan kekaryaan asal tetap kita patuh pada prokes,” terang Sugawa Korry.

Materi pelatihan yang diangkat juga dianggap sangat relevan, konteksual dan juga berkaitan erat dengan peran perempuan Bali serta aspek pendidikan. seorang perempuan Bali apalagi yang juga sudah menyandang status ibu tidak lepas dari  melakukan aktivitas yadnya, membuat banten dan mejejaitan.

Karenanya dalam konteks itu berkaitan erat pula dengan pemahaman atas Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu yakni Tattwa, Upakara, dan Susila. Terlebih dalam keseharian di masyarakat banyak juga yang belum memaham makna  dari banten yang dibuat sebagai saran upakara yang dibuat.

“Apa makna banten sarana hubungkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa Banyak yang tahu, banyak juga yang tidak tahu. Jadi akan lebih bermakna jika tahu dan bisa membuat sendiri,” ungkap Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini.

“Maka lewat pelatihan untuk pelatih/ instruktur mejejahitan banten ini kami harapkan peserta mampu hayati makna banten dan lebih baik lagi jika mampu membuat sendiri dan mengajarkan kepada lingkungan,” papar Sugawa Kory. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.