Zaenal Abidin

Jakarta (Metrobali.com)-

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin, mengatakan kampanye pola hidup sehat dan bersih (PHBS) harus terus digalakkan sebagai upaya mencegah penyakit kanker.

“Sebaiknya kampanye hidup sehat, makan sehat, dan lain-lain perlu terus dihidupkan,” katanya di Jakarta, Kamis (5/2).

Ia mengatakan penyebab pasti terkena penyakit kanker belum diketahui. Sekalipun demikian, para ahli mengatakan bahwa penyakit kanker banyak dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat, seperti pola makan buruk, merokok dan kurang berolahraga, katanya.

Menurutnya, hidup bersih dan sehat harus menjadi budaya masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh serta kebersihan lingkungan.

Selain itu, ujarnya, dengan menerapkan PHBS, masyarakat tidak mudah terserang penyakit karena asupan gizi yang dibutuhkan tubuh tetap terjaga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan fungsi jaringan serta organ tubuh.

Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat saat ini masih banyak yang tidak mengindahkan PHBS seperti sering makan makanan siap saji dan jajan sembarangan, lingkungan rumah dan sekitar dibiarkan kotor, dan membuang sampah sembarangan.

Ia mengatakan kesadaran masyarakat harus dibangun untuk berpartisipasi mewujudkan hidup bersih dan sehat agar tidak mudah terjangkit penyakit.

Untuk itu, katanya, kampanye PHBS menjadi upaya efektif untuk menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat dan juga harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat dari golongan menengah ke bawah.

Zaenal juga mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek kesehatan sebagai langkah awal menanggulangi kanker. Jika terdeteksi mengidap penyakit kanker, secepat mungkin dapat dilakukan pengobatan dini.

Dengan demikian, katanya, penanggulangan kanker tidak menunggu sampai kanker menyebar ke organ-organ tubuh lainnya karena akan beresiko bagi keselamatan.

“Selebihnya silakan konsultasikan ke dokter ahli kanker,” ujarnya.

Baca Juga :
Jukut serapah, Kuliner Khas Jembrana  Jadi Primadona di Pameran Bali Bangkit V

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1.000 penduduk dan laporan Global Burden Cancer (Globocan, 2012) juga memperkirakan insiden kanker di Indonesia sebesar 134 per 100.000 penduduk.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan tiap tahunnya 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia.

Diperkirakan pada tahun 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dengan 17 juta diantaranya meninggal dunia dan peningkatan kasus lebih cepat terjadi di negara miskin dan berkembang. AN-MB