Denpasar (Metrobali.com)-

Bagi penggemar musik barat dan indonesia era ‘70- ‘80 rasanya pas bila berwisata nostalgia di rumah Ida Bagus Ketut Udayana, di Jl. Imam Bonjol no 16 a Denpasar. Pasalnya, dirumahnya tersedia komplit ribuan dalam bentuk Cassette, CD,  dan VCD, lagu -lagu lama dari group musik legendaris barat dan indonesia yang juga mendapat predikat tak kenal basi itu.

Jumlah koleksinya yang menempati ruangan 6 meter kali 3,5 meter itu lebih dari 6 (enam) ribu. Berisi hampir semua lagu -lagu barat legendaris dari mulai nama -nama beken supergrup Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabbath, Grankfunk Railroad, Uriah Heep, Pink Floyd, Emerson lake & Palmer,Rolling Stones, Ten Years After, Santana, The Doors, John Mayall, The Beatles, dan tentu nama -nama group beken barat tempo dulu yang terlalu panjang disebut disini. Sedang kelompok musik beken dari Indonesia seperti Koes Plus, Panbers, Mercys, Black Brathers, God Bless, dan group -group seangkatan lainnya.

Menariknya pula, Ida Bagus satu ini mengaku tidak bisa main alat musik, terlebih mantan pemain musik ataupun penyanyi. Namun kecintaannya mengoleks lagu lagu lama itu sudah sejak kecil ia lakukan. Berlanjut dewasa hobbynya itupun semakin menjadi –jadi, sampai sekarang. “ Kalau saya tidak menemukan kaset yang saya cari, kadang saya hubungi teman yang bisa mencarikan, dan saya akan terus menguber itu “ imbuhnya.

Sementara bila lagu dalam bentuk cassette yang sudah lama itu, sudah tidak baik suaranya, ia akan pindah ke CD. ‘ Atau saya akan cari di toko dalam bentuk CD, “ jelasnya. Begitupun dengan poster -poster group legenda itu banyak ia pajang di sekitar koleksi cassette, cd –dan vcd -nya. Tampak poster poster lama (asli )  gitaris Led Zeppelin, Jimmy Page, dan vokalisnya, Robert Plant, Deep Purple era lan Gillian sebagai vokalisnya, dengan sederet rekanya seperti Ritchi Blackmore, John Lord, Roger Glover, dan John Paul John. Lalu juga poster Uriah Heep, Ten Years After, Rolling Stones, Jimmy Hendrik dan masih banyak lagi lainnya.

Baca Juga :
​#​BALIASIK, Para Seniman dukung Gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Kisahnya lagi, bagi sang kolektor cassette, CD dan VCD tersebut, tidak saja hanya sampai sejauh menyimpan, dan menikmati saja. Sampai pada perjalanan karir sang bintang dengan beritanya, iapun hafal dengan baik. “  Itu semua saya dapatkan dari saya mengikuti baik lewat radio, seperti BBC , koran dan majalah tentang musik, terlebih bila menyangkut mereka ( para legenda music itu ),”  terangnya. Begitu intensnya pada hobbynya itu, maka tidak saja seorang gitaris God Bless, Ian Antono yang sangat kagum dengan koleksinya itu, namun juga banyak musisi beken lainnya yang sempat melihatnya. “ Maka untuk berwisata nostalgia lewat musik legenda, ada di sini, silahkan datang, “ujarnya dengan tersenyum. HP-MB