Bangli, (Metrobali.com)

Toya Devasya Geopark Resort & Villas merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22. Dalam HUT ke-22, Toya Devasya mengangkat tema mengenai dua hal meliputi Story-Nomics dan Toya Devasya Goes Digital.

Hal tersebut disampaikan I Ketut Mardjana selaku General Manager (GM) sekaligus Owner Toya Devasya Geopark Resort & Villas di Kabupaten Bangli, Jumat, 19 Juli 2024.

Menurutnya, Story-Nomics diartikan wisata bercerita yang mengangkat suatu hal-hal yang ada di lingkungannya, seperti faktor budaya dan alam.

Selain itu, buku berjudul Eat, Play, Love juga bercerita tentang permasalahan yang ada secara culture atau budaya dan natural atau alam yang ada di daerah Kintamani, khususnya Toya Devasya.

“Saya disini dibantu oleh pak Andre dari Jakarta, yang betul-betul seorang penulis dan banyak hasil tulisannya, termasuk menulis buku tentang Toya Devasya dan sangat keren banget. Hal inilah yang dikembangkan secara online kedepan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya Toya Devasya juga bakal mengembangkan proses digitalisasi sebagai mutual benefit yang bisa dikembangkan kedepan.

Melalui proses digital, diakui bisa memudahkan proses segala hal, baik kontrol pemesanan maupun proses pembayaran serba digital.

“Sekarang ini, kita baru memulai, kita starter. Kita mulai dengan website dan accounting system’ masih dalam proses digitalisasi,” tambahnya.

Mengingat, Toya Devasya Goes Digital ini merupakan suatu proses menuju digitalisasi, yang diawali dengan cashier payment secara bertahap tentang masalah pemesanan, baik menulis order, yang nantinya customer tinggal dimuat dalam tab hingga order sampai ke dapur.

“Tentunya bagi Pak Harland Firman Agus sebagai proses pembelajaran tentang bagaimana masalah pengelolaan digitalisasi Toya Devasya. Pak Harlan ini dari Bandung, dia seorang anak muda yang baru memulai bisnisnya, tapi sudah melejit sekali, customer bukan hanya orang Indonesia, tapi merambah negara lain, seperti Malaysia dan Thailand,” paparnya.

Dengan digitalisasi, Ketut Mardjana menyebutkan customer dari Jepang dan Australia untuk order kamar bisa dilayani dan dilakukan secara online.

“Kita baru saja membangun website terbaru, meski masih banyak ada kekurangan, tapi kita sudah memulai suatu hal yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Disebutkan, melalui website, para wisatawan bisa memesan kamar, membayar dan sebagainya secara digital.

Ditambahkan, Toya Devasya sangat perlu digitalisasi, karena sejak dihadapkan dengan situasi Covid-19 yang betul-betul menerpa Indonesia dan Bali, bahkan seluruh dunia, bukan hanya Toya Devasya semata terkait masalah Covid-19.

“Namun, justru dibalik masalah dan beban yang ada, kita bangkit dengan sesuatu hal yang baru. Disinilah, bahwa tadinya orang selalu berhadap-hadapan, yang kemudian kita menjaga jarak melalui sistem online,” terangnya.

Melalui HUT ke-22, diharapkan Toya Devasya selalu mendapatkan berkah, perlindungan serta jalan terbaik berkembang lebih baik lagi.

“Toya Devasya selalu memikirkan dan berada pada one step the head dibandingkan dengan lainnya. Tidak banyak yang ada di Bali ini, yang memikirkan digitalisasi dalam pengelolaan bisnis. Nah, ini yang kita lakukan di Toya Devasya ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Harland Firman Agus selaku pengelola digitalisasi menyebutkan, setelah Covid-19, Toya Devasya bakal menuju digitalisasi, seperti visi Owner-nya, yang berkeinginan terus menerus berinovasi terdepan di Bali, khususnya di Bangli hingga Batur.

“Perlu digitalisasi, karena tamu sekarang banyak turis-turis asing, yang mana mereka sudah cash less, penggunaan kertas dan operasional sendiri nilainya sangat luas dan tinggi,” jelasnya.

Dengan semakin berkembangnya villa, spa, restoran serta water park, lanjutnya harus digunakan digitalisasi untuk bertransaksi, yang semuanya terintegrasi dengan booking kamar, laporan keuangan, laporan penjualan hingga stok barang.

“Jika tidak digital, tapi masih digunakan kertas, tamu-tamu kita akan bawa mata uangnya masing-masing. Dengan digital, kita cukup deposit di awal, sehingga transaksi itu sudah digital. Itu sudah terintegrasi dengan booking, laporan keuangan, laporan penjualan hingga stok barang, sehingga dapat diketahui warga negara apa yang datang real time,” tutupnya. (RED-MB)