Hipakad, TNI dan 5.000 Orang Makan Ikan Bersama Minggu Ini di Pengambengan, Togar Situmorang: Kami Siap Cetak MURI

single-image

Foto: Dewan Penasehat Hipakad Kota Denpasar Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., mengundang masyarakat Bali untuk datang di acara Gempita Makan Ikan di Pelabuhan Pengambengan, Jembrana, Minggu, (26/1/ 2020)

Denpasar (Metrobali.com)-

Perkumpulan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kota Denpasar bersama Kodim 1611/Badung siap mencetak sejarah lewat acara “Gempita Makan Ikan” akan dilaksanakan di Pelabuhan Pengambengan, Kabupaten Jembrana pada Minggu, 26 Januari 2020 ini.

Gempita Makan Ikan ini akan diisi acara inti berupa parade 5.000 orang makan ikan bakar dan makan ikan terbanyak se-Bali yang melibatkan berbagai masyarakat termasuk juga nelayan di Jembrana.

Panitia pun sudah mempersiapkan dengan baik acara yang juga didukung penuh Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) ini serta juga siap dimeriahkan ribuan masyarakat di “Gumi Makepung” ini.

“Persiapan acara sudah matang. Untuk pertama kalinya Gempita Makan Ikan ini akan jadi acara makan ikan bersama terbesar antara TNI dan rakyat,” kata Dewan Penasehat Hipakad Kota Denpasar Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., bersama Ketua Hipakad Denpasar Tonny Kushartanto ditemui di Denpasar, Sabtu (25/1/2020).

Togar Situmorang yang juga advokat senior yang dijuluki Panglima Hukum ini pun kembali mengundang secara terbuka masyarakat Jembrana maupun masyarakat Bali secara umum yang ingin ikut menyukseskan acara Gempita Makan Ikan dan yang ingin merasakan sensasi makan ikan bersama TNI dan ribuan orang lainnya.

“Kami sampaikan undangan terbuka dan acara ini gratis. Jadi mari datang berbondong-bondong makan ikan bakar bersama,”ajak advokat yang terdaftar di dalam penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 dan terpilih sebagai The Most Leading Lawyer In Satisfactory Performance Of The Year ini.

Bagaimana jika masyarakat yang datang lebih dari 5.000 orang? Ditanya demikian, Togar Situmorang yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini mempersilahkan sebanyak-banyaknya masyarakat untuk datang memeriahkan acara ini.

Baca Juga :
Enam Bulan Belasan Warga Jembrana Gantung Diri

Lebih dari 5.000 orang pun yang datang, panitia bersama Nelayan Pengambengan sudah siap sedia dengan stok ikan berapapun masyarakat yang datang. “Dua kali lipat 10 ribu pun kami pun siap. Kita buktikan stok ikan di Jembrana banyak dan kita buktikan nenek moyang kita pelaut,” imbuh advokat yang terdaftar di dalam penghargaan 100 Advokat Hebat versi majalah Property&Bank dan penghargaan Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

Karenanya Gempita Makan Ikan dengan parade 5.000 orang makan ikan bakar bersama ini digadang-gadang akan meraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai acara makan ikan dengan jumlah peserta dan jumlah ikan terbanyak.

“Pihak MURI sudah kami undang. Kami siap cetak Rekor MURI. Kami juga ingin tunjukkan pada dunia luar bahwa di Negara, Jembrana ada nelayan yang memang mata pencariannya dari menangkap ikan dan mendukung wisata bahari,” tegas Togar Situmorang yang juga Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur ini.

Makan Ikan Jadi Pintar

Selain parade 5.000 orang makan ikan bakar bersama, acara Gempita Makan Ikan ini juga diisi dengan Pesta Rakyat yang menampilkan berbagai bentuk hiburan seperti band, musik dangdut, lagu-lagu Bali, tari tradisional, dan tari modern. Acara juga dimeriahkan pembagian 3.000 paper bag dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Acara rencananya dihadiri sejumlah undangan VVIP seperti Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dandim Badung, Dandim Jembrana,  Bupati Jembrana, Kapolres Jembrana, Komandan Lanal Denpasar, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, Aster Kodam IX/Udayana dan undangan lainnya.

Acara “Gempita Makan Ikan” ini merupakan bentuk bakti Hipakad dan TNI  berbaur dengan masyarakat. Khususnya juga mendukung dan menggaungkan program pemerintah yakni Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

Baca Juga :
Patut Dicontoh demi Kemanusiaan, Lamaholot Bali Bantu Pendidikan Anak Yatim Korban Bencana Alam di Adonara

Acara ini diharapkan bisa semakin meningkat kesadaran masyarakat untuk gemar makan ikan yang memang banyak manfaatnya terutama penting untuk meningkatkan kecerdasan otak.

“Kami juga Ingin ubah image. Nenek moyang kita pelaut kita jadi kita harus gemar makan hasil laut ikan, tidak hanya makan makanan darat. Masyarakat kalau mau pintar harus makan ikan,” imbuh Ketua POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini.

Acara ini juga bentuk nyata kebersamaan Hipakad dan TNI Angkatan Darat berbaur dengan masyarakat. “Kami juga tebarkan dan sebarkan pesan-pesan persatuan, cinta tanah air dan perkuat empat pilar kebangsaan yakni  NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” sambung Togar Situmorang, advokat yang lebih memilih berbagi dengan anak yatim piatu dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2020 daripada pamer berlian, mobil dan mewah maupun cewek seksi.

“Hipakad juga siap hadir membantu masyarakat lewat berbagai aksi sosial. Mari kita bangun bangsa dengan sinergi serta jaga  persatuan kesatuan,” tutup Panglima Hukum Togar Situmorang yang merupakan Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang dan Associates yang beralamat di Jl. Tukad Citarum No. 5A Renon Denpasar Bali (pusat) & Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Kesiman Denpasar Bali (cabang) ini.

Acara Gempita Makan Ikan di Pelabuhan Pengambengan akan dilanjutkan dengan acara  Festival di Jalan PB Sudirman Denpasar yang rencananya digelar bertepatan dengan puncak HUT Makodam Maret 2020. (phm).

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.