Jembrana (Metrobali.com)-

Belum ada beberapa  bulan setelah selesai pengerjaan proyek senderan jalan di wilayah Desa Panghyangan, Pekutatan, tepatnya di jalan menanjak dan menikung, sudah ambrol hingga 20 meter yang diakibatkan guyuran hujan di Jembrana selama empat jam beberapa waktu lalu.
Selasa (6/11) ketika di lokasi kejadinan dilakukan pengecekan, nampak senderan tersebut jebol sepanjang 20 meter. Bahkan batu-batu bekas senderan sudah nampak berserakan, sehingga menutupi aliran kali kecil tersebut.
Menurut salah seorang warga, senderan yang panjangnya mencapai 50 meter kini sudah tidak nyaman lagi bagi pengendara sepeda motor dan mobil yang melintasi jalan Glimanuk-Denpasar. Karena guyuran hujan beberapa hari lalu senderan tersebut jebol ditengah-tenganya. Warga menduga jebolnya senderan tersebut akibat kontruksi bangunan yang kurang baik. “ Biasa pak, mungkin demi keuntungan jadi pekerjaan proyek kualitasnya tidak pernah baik.” terang salah seorang warga yang enggan di sebutkan namanya.
Selain itu dikatakannya, jika pengerjaan senderan baik dan kuat,  tidak mungkin karena diguyur hujan setengah hari saja sudah ambrol. Warga juga menyayangkan saat pembanguan senderan tersebut tidak pernah ada yang mengontrol sehingga pihak pemborong yang merupakan warga lokal seenaknya melakukan pekerjaannya.
Hingga saat ini senderan yang jebol tersebut hingga kini belum diperbaiki, padahal kondisi tanah atau jalan di lokasi tersebut sangat labil atau mudah longsor terutama saat musim hujan. “ Takutnya nanti semakin jebol, saya takut apalagi jalan tanjakan dan dikhawatirkan jika tidak segera di perbaiki, jalan akan longsor karena sering dilewati kendaraan berat. Apalagi sekarang ini sudah mulai musim hujan,” jelas warga lainnya. DEW-MB
Baca Juga :
Sosok Evi Susanti tersangka kasus suap hakim PTUN Medan