Beijing, (Metrobali.com) –

Hari kedua perayaan Tahun Baru Tiongkok, atau di Indonesia dikenal dengan Imlek, Beijing diguyur salju sedang sejak Jumat dini hari.

Suara petasan yang biasa menggelegar di seluruh penjuru kota pun terhenti sejak Jumat dini hari. Musim dingin kali ini, baru dua kali Beijing diguyur salju, yakni pada medio Januari silam dan hari ini, tidak seperti beberapa tahun silam, yang bersalju hingga dua bulan lamanya.

Perayaan tahun Baru Tiongkok yang juga merupakan perayaan menyambut musim semi ditandai dengan beragam aktivitas di seluruh kota di Tiongkok, seperti festival di sejumlah kuil dan parade tari serta barongsai.

Festival menyambut musim semi digelar beberapa kuil di Beijing sejak Kamis (19/2) hingga enam hari mendatang, sejak pagi hingga sore hari.

Meski turun salju, warga tetap antusias untuk mengunjungi sejumlah kuil yang menggelar festival menyambut musim semi. Dalam festival di kuil itu selain ditampilkan ritual kerajaan beberapa dinasti di Tiongkok beberapa tahun silam, juga dijual aneka makanan khas Tiongkok.

Aneka permainan dan pertunjukkan pun digelar untuk memeriahkan festival musim semi tersebut.

Selama satu pekan Beijing akan lengang karena liburan Imlek, kepadatan dan kemeriahan hanya dijumpai di sejumlah kuil penyelenggara festival dan tempat wisata.

Sepanjang hari kedua perayaan Imlek akan diguyur salju diselingi hujan hingga sore malam hari dengan suhu minus 2–3 derajat Celsius, demikian badan prakiraan cuaca setempat menyebutkan.

(Ant) –

 

Baca Juga :
Debut di teater, Lily Allen lebih tegang ketimbang "manggung"