SETIAP anak pasti mempunyai pengalaman masing -masing dengan Ibunya. Dalam menyambut Hari IBu pada 22 Desember ini, sosok Ibu dimata Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar Dra. Made Rinu, M.Si, memiliki arti yang sangat penting dalam perjalanan kehidupannya. Bagaimana sosok Ibu dimatanya, adalah seorang Ibu yang begitu sederhana, baik dari kehidupannya serta pemikirannya, namun mampu memberikan satu pendidikan lewat hati yang bisa diakumulasikan oleh seorang Made Rinu. Sedang peran istri, tetaplah sebagaimana kodrat seorang wanita. “ Maka tidak berlebihan kalau saya sebut orang tua, ( Ibu, red) adalah Tuhan di dunia ini, “ jelasnya.

Ibu baginya sangatlah dihormati. Walau diakuinya ibunya ( meninggal dunia pada 9 Desember 1984) tidak berpendidikan tinggi, dan dikatakannya nyaris tidak pernah bepergian ke Kota ( tinggal di Tegalalang, Ubud) serta kesederhanaanya yang melingkupi kehidupannya, namun semangatnya dalam mengasuh anak- anaknya termasuk dirinya, ternyata mampu memotivasi untuk maju, tidak kenal menyerah meski banyak halangan menggadangnya. “Sampai saya bisa terus kuliah, kemudian ibu saya ajak melihat saya di wisuda, dimana beliau  mengatakan bahwa ia sepertinya melihat surga..dari itu saya terharu sekali, “urai Made Rinu.

Menurutnya pula seperti yang dialaminya dalam keluarganya, bahwa peran orang tua tidak boleh hanya dilihat dari kemampuannya sebagai penyedia finansial bagi anak-anaknya semata, tetapi lebih luas dari itu. Yang terpenting dari arti semua itu ialah bahwa peran orang tua adalah sebuah peran utuh yang bisa mengayomi dan membimbing anak-anaknya.“Itulah menurutku, bagaimana  peran orang tua, dalam hal ini peranan seorang Ibu dalam membimbing anak anaknya dan keluarga,” imbuhnya.

Bicara kemudian dalam kondisi sekarang ini dimana anak -anak jauh lebih mudah dalam mengakses informasi baik lewat interent, HP dan lainnya serta pergaulan sekarang yang lebih terbuka, adalah sangat riskan kalau tidak bisa memilahnya. “ Maka dewasa ini peran Ibu sangat lebih urgen untuk bisa menuntaskan anaknya meraih masa depannya dengan baik, “ ungkapnya.

Baca Juga :
Bali Siap Kembangkan Wisata Usia Lanjut

Nah, bicara kemudian sebagai seorang istri dari seorang suami ( dan Ibu dari seorang putri ) maka kodrat sebagai seorang wanita tetap melekat pada sosok Made Rinu, meskipun ia memiliki jabatan tinggi di Kampus-nya. Sebagai Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di ISI Denpasar.

Terlebih dengan aktifitas yang jelas menyita banyak waktu, namun pada saat berada di rumah, sosok Made Rinu larut dalam kegiatan rumah tangga. Seperti memasak, hingga merawat tanaman di rumah yang tidak pernah ia  tinggalkan. Juga merawat, memberi makan  ayam –ayam peliharaannya. “Kita mesti bisa memilah ketika peran sebagai istri, ibu, saat berada di rumah, dengan peran tugas di tempat kerjaan,“selanya. Selain itu dengan bersibuk-ria berada dalam suasana kerja rumahan, dirasakan sangat membantu tubuh dan pikirannya menjadi fresh, dan mendapatkan ketenangan batin.  HP -MB