Hadiri Upacara Panca Agni : Gubernur Ajak Masyarakat Naiki Tangga Spritual dari Bhakti Marga

single-image
Gubernur Hadiri Upacara Panca Agni
Mangupura (Metrobali.com)-

Dalam menjalankan Catur Marga (empat jalan menuju Tuhan), hal yang pertama dan paling mudah untuk dilaksanakan  adalah Bakti Marga. “Dengan melaksanakan “bakti” artinya kita sudah mulai menaiki tangga spiritual, untuk itu marilah kita mulai dengan bhakti terlebih dahulu,” demikian disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dalam dharma wacananya ketika menghadiri Upacara Panca Agni di Asram Satya Dharma, di Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, Minggu (26/1).

Gubernur menjelaskan bahwa  “Bakti” yang paling lumrah dilakukan masyarakat selama ini adalah upacara ritual keagamaan, baik di pura, di asram maupun di rumah masing-masing. Setelah melaksanakan ritual, masyarakat hendaknya melakukan sesuatu yang nyata, baik terhadap sesama maupun terhadap lingkungan  dan tidak boleh berhenti hanya dengan ritual.

“Kalau kita hanya melaksanakan ritual, artinya kita belum naik kelas, untuk naik kelas harus melakukan sesuatu buat masyarakat luas atau “karma marga, ”  tambah Pastika.

Ia mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan Asram Satya Dhrama, yang diketuai oleh I Putu Suantara, meskipun kecil akan tetapi sudah ada yang bisa dirasakan masyarakat sekitar baik berupa bea siswa, pendidikan maupun kegiatan pelestarian lingkungan dengan ikut menanam pohon di beberapa tempat di wilayah Badung. Dan untuk meningkat ke lebih tinggi, harus dilakukan marga-marga selanjutnya, hal ini juga diharapkan bisa dilakukan oleh Asram Satya Dharma di masa-masa yang akan datang, pungkas Pastika,

Menurut Ketua  Astram Satya Dharma, Putu Suantara, bahwa acara Panca Agni yng dilaksanakan kali ini adalah dalam rangka menyambut Hari Raya Siwa Ratri yang jatuh pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2014 mendatang. Kegiatan semacam sudah menjadi kegiatan rutin sejak didirikan tahun 2010. 

Kegiatan utama yang dilaksanakan anggota Asram  yang berjumlah 30 orang ini adalah pemujaan, pendidikan dan pelayanan. Pemujaan dilaksanakan setiap hari Kamis dan Minggu. Pendidikan berupa les mata pelajaran dan tari untuk anak-anak sekitar, dan pelayanan berupa kegiatan sosial yaitu penaman pohon yang sampai saat ini sudah dilakukan sebanyak 2000 pohon di wilyah Abiansemal dan sekitarnya.

Pada acara ini juga dilakukan penyerahan bea siswa oleh ketua Asram kepada 3 orang anak dari Panti Asuhan Dharma Jati 2 masing-masing 3 juta rupiah. Bea siwsa seumur hidup juga diberikan kepada  seorang anak yatim piatu yaituI Gede Satya Nanda. pada kesempatan ini Gubernur Bali juga memberikan punia sebesar 10 juta rupiah. DA-MB

 

Bagikan :
Baca Juga :
How To Have Video And Phone Sex In A Long Distance Relationship, Because A Girl'S Gotta Do What A Girl'S Gotta Do

Leave a Comment

Your email address will not be published.