wagub hadiri karyaKarangasem (Metrobali.com)-

Yadnya merupakan suatu karya suci atau persembahan yang dilaksanakan dengan ikhlas karena getaran jiwa/ rohani dalam kehidupan berdasarkan dharma, sesuai ajaran sastra suci Hindu yang ada (Weda).  Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan, masyarakat diharapkan agar selalu berlandaskan Yadnya tersebut. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta saat menghadiri Karya Catur Rebah di Pemrajan Pusat Arya Wang Bang Pinatih, Sidemen, Karangasem dan Karya Pujawali di Pura Watu Giri Sedana Batu Pilpil, Bunutan, Karangasem, Kamis(21/4).

Menurut Sudikerta, dalam upacara yadnya tersebut terdapat ajaran yang benar – benar harus dilakukan oleh masyarakat yakni tulus ikhlas. Sehingga jika masyarakat mampu untuk menjalani hidupnya dengan tulus dan ikhlas niscaya kehidupan akan sejahtera. Lebih lanjut disampaikan, dalam beryadnya masyarakat juga diajarkan untuk hidup saling menghormati dan menghargai dengan berlandasakan prinsip Tri Hita Karana. Sudikerta juga menegaskan, agar dalam pelaksanaan Yadnya tersebut diharapkan tidak bermewah – mewahan sehingga menyebakan beban bagi masyarakat. Menurutnya pelaksanaan yadnya tersebut harus menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat agar semua masyarakat bisa menikmati karya tersebut dengan sukacita.

“Dalam melaksanakan yadnya, harus dilakukan dengan tulus ikhlas dan dapat dilaksanakan dengan kesederhanaan. Karena pada hakekatnya yadnya yang kita jalankan tidak pernah berhenti dan terus berkesinambungan,” ucapnya. Disamping itu, orang nomor dua di Bali tersebut juga menghimbau kepada masyarakat agar melaksanakan yadnya dengan “Satya”, yang berarti bagaimana pun bentuk dari pelaksana yadnya tersebut agar mengedepankan sikap-sikap kesetiaan. Sehingga tujuan dari yadnya bisa tercapai.

Wagub Sudikerta yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali A A Gede Grya juga menyerahkan Dana Punia yang diserahkan langsung kepada panitia karya. AD-MB

Baca Juga :
Jangan Bandingkan Erupsi Gunung Agung 1963 dengan Saat Ini