Jakarta (Metrobali.com)-
Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, menyatakan bahwa kunci utama untuk menggapai kedaulatan pangan adalah lewat menyejahterakan petani di Indonesia.

“Kedaulatan pangan intinya petani diberikan hak yang luas untuk mengelola lahan dan kesejahteraan petani menjadi fokus utama program kedaulatan pangan,” kata Dwi Andreas Santosa ketika dihubungi melalui sambungan telepon dari Jakarta, Minggu (16/8).

Menurutnya, jika pemerintah fokus membuka lahan pertanian dan melindungi harga jual produk petani maka Indonesia akan memiliki kedaulatan pangan yang memakmurkan seluruh rakyat.

“Kedaulatan pangan kuncinya adalah bagaimana petani kembali sejahtera dengan memiliki lahan berproduksi dan dilindungi dari sistem perdagangan yang tidak adil,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia menjelaskan dalam tiga bulan terakhir nilai tukar petani (NTP) menurun yang berarti kesejahteraan petani juga menurun.

Selain itu, menurut Dwi Andreas, dalam 25 tahun terakhir lahan pertanian dikelola petani kecil yang menghidupi sekitar 100 juta orang hanya bertambah 2,96 persen sementara lahan perkebunan yang dikelola sedikit orang malah meningkat 144 persen.

“Artinya ada ketimpangan distribusi sumber daya produksi dan kondisinya harus dibalik,” katanya.

“Kondisi saat ini belum sesuai dengan program besar tentang kedaulatan pangan karena masih banyak dikelola perusahaan besar,” imbuh Dwi Andreas.

Ia berpendapat penambahan lahan dan subsidi petani dan menjadi salah satu cara mempercepat kedaulatan pangan daripada membangun “food estate” besar-besaran yang hanya dimiliki sejumlah pengusaha. Antara-MB

Baca Juga :
Wujudkan Kemanunggalan, Dandim Jakarta Utara Komsos Dengan Warga Rawabadak Selatan