Kunker gubernur ke gilimanuk

Jembrana (Metrobali.com)-

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika meninta peningkatan pengamanan di pintu masuk Bali lebih ditingkatkan . Hal tersebut yang disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat melakukan sidak mesin X-Ray di pelabuhan Gilimanuk, pada (11/2). Dalam hal ini termasuk pintu masuk Bali di  Gilimanuk diminta agar lebih lebih intensif dilakukan pemeriksaan. Menurut Gubernur penggunaan alat X-ray sangat diperlukan di pelabuhan Gilimanuk untuk memudahkan petugas agar dapat bekerja efektif dan efisien. Untuk itu terkait belum beroperasi mesin X ray tersebut, Pastika meminta kepada Kapolres Jembrana agar menuntaskan permasalahan tersebut. Sementara Ia juga akan berkoordinasi dengan Kapolda Bali agar mesin X-ray yang ada di Polda Bali bisa di gunakan di Gilimanuk sementara menunggu diperbaikinya mesin x ray di Gilimanuk.

 Pada kesempatan tersebut Kapolres Jembrana AKBP Harry Haryadi yang juga ada di lokasi sidak menyampaikan penyebab belum beroperasinya mesin X-Ray dikarenakan belum bisa terhubungnya mesin tersebut dengan sistem komputer. Ia juga menyampaikan tentang kurangnya fasilitas di pos pemeriksaan pelabuhan Gilimanuk dimana petugas harus berpanas-panasan pada saat memeriksa kendaraan. Ia mengharapkan supaya pos pemeriksaan memiliki jalur khusus seperti pos check yang terdapat di pintu masuk hotel sehingga petugas bisa bertugas dengan nyaman. Untuk hak tersebut Pastika meminta desain Pos Pemeriksaan Kendaraan, Orang dan Barang segera diajukan. Ia juga prihatin terhadap petugas yang bekerja di pos pemeriksaan tersebut saat bertugas harus kepanasan dan kehujanan disaat turun hujan.

Sebelumnya pastika juga melakukan pengecekan di Unit Pelaksaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Pastika memerintahkan kepala UPPKB Cekik, I Wayan Ardana agar bertindak tegas terhadap mobil barang yang berat muatan melebihi tonase. “Jika ada mobil yang melibihi tonase langsung supaya di kembalikan jangan diberikan ijin untuk melanjutkan perjalanan,” tegas Pastika. Terkait karyawan yang melakukan pungli terhadap sopir kendaraan, ia juga memerintahkan agar karyawan tersebut diberikan sanksi bila perlu dipecat jika sudah sering diperingatkan. AD-MB 

Baca Juga :
Jokowi dan PDIP Jawara, Koster: Tidak Perlu Ada Pesta Kemenangan