Gubernur Sambut Positif Pertemuan Cospas-Sarsat

Kuta (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan menyambut baik pertemuan COSPAS-SARSAT ke 28 yang diselenggarakan di Bali yang dihadiri oleh 43 Negara di Dunia. Pastika berharap dengan penyelenggaraan ini bisa dapat menambah pemahaman lebih jauh  bagaimana peran  satelit dalam memberikan deteksi dini sehingga bisa memberikan penanganan dini kepada masyarakat. Demikian disampaikannya saat menghadiri acara Pembukaan COSPAS SARSAT JOINT 28th MEETING  di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung, Senin (16/6).

Kegiatan ini juga diharapkan  dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia sekaligus  penyesuaian teknologi Basarnas dalam menunjang operasionalisasi dan penyelamatan masyarakat yang terkena musibah. Acara ini sangat penting khusus untuk Bali, karena Bali sebagai daerah destinasi terkenal dunia aspek keamanannya harus diutamakan.

“ Aspek security itu jualan kita. Oleh karenanya salah satu program Bali mandara adalah mewujudkan keamanan berstandar Internasional, salah satunya melalui Crisis Center yang ada di Pusdalop PB Bali, “ urainya. Crisis Center  itu dibangun karena pengalaman Bali yang tidak siap akan terjadinya kebencanaan  terutama dengan kejadian Bom Bali Tahun 2002. Crisis center ini berfungsi sebagai penyimpan database dan sebagai tempat koordinasi pimpinan daerah untuk menentukan kebijakan dalam rangka disuster. Semua sistem bisa tersambung dengan crisis center seperti Tsunami early warning, BMKG dan yang lain sehingga kebijakan yang tepat bisa diambil dalam rangka penanganan kebencanaan.

COSPAS SARSAT JOINT 28th MEETING dibuka secara resmi oleh Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya F.H.B Soelistyo, S.Sos. Pertemuan dihadiri oleh 165 orang delegasi yang berasal dari  43 Negara di dunia termasuk Indonesia yang tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah, diantaranya Algeria, Argentina, Australia, Kanada, Chile,Cina, Cyprus, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongkong, Italia, Taiwan, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Rusia, USA, Inggris, Swiss, Turki, Thailand dan negara lain. Meeting berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 16 s/d 25 Juni 2014 dengan tujuan untuk saling bertukar informasi mengenai kegiatan COSPAS-SARSAT melalui diskusi kebijakan umum, presentasi, update dan review/panel untuk sesi teknis. Selain bertujuan untuk saling bertukar pengalaman dan bantuan teknis, melalui ajang ini juga dimaksudkan untuk membangun efektivitas kinerja SAR demi meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan negara lain jika suatu saat terjadi kecelakaan di lintas batas.

Pada rangkaian kegiatan COSPAS SARSAT  JOINT 28th MEETING, Badan SAR Nasional akan menggelar demo SAR yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2014 dengan menampilkan situasi penyelamatan korban akibat terbakarnya sebuah kapal dengan mengerahkan Tim SAR dengan didukung Heli Boco, Heli Douphin, Rescue Boat dan sarana lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan Indonesia khususnya BASARNAS dapat bekerjasama serta berkoordinasi dengan baik apabila sewaktu-waktu menghadapi musibah di masa mendatang. AD-MB

Baca Juga :
BMKG : Waspadai Gelombang Tinggi Perairan Bali