Tinjau kluarga Miskin

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengambil tindakan respon cepat terkait pemberitaan salah satu media cetak mengenai dua anak dari keluarga kurang mampu yang tidak mengenyam dunia pendididikan. Dengan mengutus Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, mendatangi kediaman ibu kedua bocah tersebut Luh Karmiati yang terletak di Gg. Subak Baru III, Br. Babakan Sari, Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur guna menyerahkan celengan dari Gubernur Bali untuk membantu keluarga tersebut pada Senin (10/11).  Menurut Dewa Mahendra, kemiskinan yang ada di Bali tidak hanya memerlukan tindakan responsif dari Pemerintah melainkan juga tindakan responsif dari media, masyarakat maupun individu. Oleh karenanya diperlukan suatu kerjasama antar semua pihak dalam merespon hal-hal seperti ini.

Kepala Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom yang dalam kesempatan itu turut hadir menjelaskan keberadaan warga tersebut. Menurutnya, Luh Karmiati (40th) yang berasal dari Br. Akte, Desa Lembeng-Gianyar ini merantau ke Denpasar karena di Gianyar dirinya tidak memiliki tanah sendiri untuk tempat tinggal, oleh karena  itu tidak diijinkan untuk masuk menjadi anggota banjar disana. Dalam keadaan sakit Kanker Servik stadium IV Luh Karmiati bersama suaminya Wayan Subawa berserta tiga orang anaknya masing-masing bernama Putu Julianingsih, Kadek Sri Widiasih (9th) dan Komang Desi Antari (7th) memutuskan untuk tinggal dirumah kos-kosan di Denpasar Timur.  Wayan Subawa yang bekerja serabutan tidak mampu membiayai istrinya yang sedang sakit serta membiayai sekolah tiga orang anaknya. Selain itu keluarga ini tidak memiliki surat-surat seperti akte pernikahan serta akte kelahiran tiga orang anaknya sehingga tidak bisa mengurus bantuan pengobatan untuk istrinya serta mengurus pendaftaran sekolah anak-anaknya. Kades Ketut Anom sendiri telah berupaya membantu Luh Karmiati dalam mengurus administrasi untuk mendapat penanganan Kanker Servik. Ia juga mengatakan anak pertama dari Luh Karmiati mendapatkan bantuan sekolah dari salah satu yayasan di Denpasar, sehingga Putu Julianingsih bisa bersekolah di SMP PGRI 5 Denpasar, sedangkan kedua anak lainnya belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.

Baca Juga :
Ari Dwipayana: Teknologi Sosrobahu Membuktikan Anak Bangsa Bisa Lahirkan Karya Hebat

Menanggapi hal ini Dewa Mahendra memberikan solusi bahwa kedua anak ini akan dibantu Pemerintah melalui bantuan Beasiswa Miskin serta Gubernur Bali juga akan mengangkat anak Luh Karmiati sebagai anak asuh Made Mangku Pastika agar dapat diberikan bantuan secara kontinyu. Bersamaan dengan itu Kepala Bidang Pendidikan Dasar dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Nyoman Subrata, mengatakan bahwa dua anak ini akan dibantu untuk pengurusan administrasi pada tahun ajaran 2015, mengingat dana Beasiswa Miskin tahun 2014 ini sudah keluar. Namun untuk menunggu pembukaan tahun ajaran baru Kadek Sri Widiasih serta Komang Desi Antari akan dititip pada sekolah dasar terdekat, untuk mendapatkan pelajaran pengenalan terlebih dahulu. Pada kesempatan tersebut Dewa Mahendra juga menyerahkan bantuan sebesar Rp. 10.930.000 kepada Luh Karmiati, dana tersebut  berasal dari celengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Luh Karmiati mengucapkan rasa terimakasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Bali, Ia berharap dengan bantuan ini dapat meringankan beban keluarganya. Karmiati juga berharap dapat dibantu agar keluarganya memilki tempat tinggal sendiri. AD-MB