Buleleng, (Metrobali.com)

Menandai secara resmi dimulainya pembangunan menara komunikasi Turyapada Tower, Desa Pegayaman, Gubernur Bali I Wayan Koster melaksanakan peletakan batu pertama dan menyalakan sirine.

Pada kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Tumpel Krulut pada Sabtu, (23/7), itu, Koster menyampaikan pembangunan tower tersebut akan mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi masyarakat lokal. Sebab, tower itu selain berfungsi sebagai menara komunikasi, juga akan menjadi objek wisata modern baru di Bali yang tentunya berpotensi mendatangkan banyak wisatawan.

Kehadiran wisatawan tentunya akan meningkatkan gerak roda perekonomian masyarakat lokal, karena kios-kios bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan disediakan. Belum lagi menurut gubernur asal Kabupaten Buleleng itu, geliat akomodasi pariwisata di sekitarnya seperti hotel dan villa juga tentunya akan meningkat.

Tower ini, menurut Koster juga memiliki keunikan daripada tower lainnya di dunia. Selain ketinggian totalnya yang mencapai 1.636 meter dari permukaam laut, Turyapada Tower juga didirikan di pegunungan.

“Bagus kan, kanan kiri depan belakang kita bisa menikmati view yang bagus, ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujarnya.

Terkait objek wisatanya, Koster menyebutkan Turyapada Tower nantinya akan dilengkapi dengan museum alat komunikasi, planetarium, jembatan kaca, dan restoran putar 360 derajat.

Terkait filosofi Tower Turyapada itu sendiri, gubernur berlatar belakang akademisi itu mengatakan mengambil analogi Ortu dan Bale Kulkul yang merupakan sarana komunikasi tradisional masyarakat Bali. Menurutnya, Turyapada Tower ini menyimbolkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dengan kemajuan teknologi global menjadi karya ikonik monumental. (RED-MB)

Baca Juga :
KIP PGRI BALI BANTU PROGRAM BEDAH RUMAH PEMKOT