Gelombang Pasang Dan Angin Kencang Melanda Kampung Bugis, Tangguwisia, Pengastulan Dan Kalisada

single-image

 

Buleleng, (Metrobali.com)

Setiap tahun gelombang pasang kerap menjadi momok bagi warga nelayan maupun warga lainnya yang bertempat tinggal dipesisir pantai.

Seperti yang terjadi pada Kamis, (28/1/2021) malan, angin kencang disertai gelombang pasang menghantam disejumlah titik pesisir pantai Buleleng, yang mengakibatkan beberapa bangunan milik nelayan maupun balai kelompok nelayan dan rumah warga terendam air laut.

Para warga pesisir pantai sudah mewaspadai akan munculnya ombak besar disertai angin kencang yang jerap terjadi setiap tahun, antara bulan desember, januari dan pebruari. Namun yang namanya bencana alam, tidak bisa diprediksi kehadiran dan kekuatannya. Sehingga merusak sejumlah bangunan non permanen milik warga di kelurahan Kampung Bugis, Singaraja. Begitu juga yang terjadi di Desa Tangguwisia, Pengastulan dan Desa Kalisada, Kecamatan Seririt.

Selain itu angin dan ombak besar juga merusak bangunan milik kelompok nelayan di pesisir pantai wilayah kecamatan Seririt, Buleleng.

Di Kampung Bugis, Singaraja, gelombang pasang disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis malam sempat menggenangi pemukiman di Kampung Bugis. Dimana air laut dengan deras menghantam tanggul yang dipasang warga, lanjut mengguyur rumah warga, sehingga rumah warga terendam air laut setinggi mata kaki.

Salah satu warga Kampung Bugis, Singaraja bernama Eko Budiono memaparkan kejadian gerusan air laut yang menghantam rumah warga.

“Kejadiannya kamis malam. Dan pada jumat dini hari sekitar Pujul 02.00 Wita air sudah kembali surut.” jelasnya.

“Ombak setinggi sekitar 2 meter menghantam bangunan warung non-permanen milik seorang warga yang lokasinya persis di bibir pantai. Namun material sisa-sisa bangunan yang hancur sudah dibersihkan secara gotong royong oleh warga pada Jumat paginya. Termasuk sampah yang terbawa arus ombak juga sudah dibersihkan.” urainya.

Baca Juga :
Presiden Jokowi Dianugerahi Gelar Adat oleh Kesultanan Deli

Sejatinya, ucap Eko Budiono warga pesisir Kampung Bugis sudah mengantisipasi terjadinya gelombang pasang, dengan memasang tanggul di sekitar pantai dan rumah. Hal itu dilakukan, agar air laut tidak masuk ke dalam rumah.

“Kami sudah terbiasa terkena gelombang pasang berupa ombak yang besar ini setiap tahunnya. Jadi tidak begitu kaget dan malahan kami berusaha menfabtisipasinya dengan memasang tanggul. Tapi yang namanya kekuatan alam, tetap saja kami dihantam ombak.” pungkasnya.

Sementara itu, gelombang pasang disertai angin kencang yang melanda wilayah pesisir Kecamatan Seririt
Mengakibatkan balai kelompok nelayan yang ada di Desa Tangguwisia rusak.

Camat Seririt Nyoman Agus Tri Kartika Yuda merinci akibat dari angin kencang dan ombak besar yang melanda wilyah pesisir Seririt, pada 28 Januari 2021 malam.

“Kami baru mendapat laporan adanya kerusakan di dua desa, yakni desa Pengastulan dan desa Tangguwisia. Selain itu juga ada jalan di Desa Kalisada mengalami rusak pada paving jalan di pinggir pantai dengan kerugian mencapai Rp 30 juta.” ujarnya.

Disamping itu juga, ada 1 unit bangunan di Tangguwisia rusak cukup parah. Mesin perahu nelayan ada 5 mesin rusak. Air laut sempat masuk ke dalam rumah para nelayan.

“Banyak kayu gelondongan dan sampah-sampah laut mengotori wilayah pantai karena tervawa oleh ombak.” tandasnya.

Kepala BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana,SH menghimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada. Terutama yang bermukim dititik rawan banjir, tanah longsor dan pesisir pantai.

” Khusus untuk warga pesisir pantai agar lebih waspada. Karena angin kencang dan ombak pasang dimungkinkan akan terjadi hingga akhir bulan Pebruari 2021.” himbaunya. GS

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd