Mangupura (Metrobali.com)-

Kabupaten Badung kembali membuat gebrakan. Senin (12/11), Badung mengadakan Gebyar Vaksin Serviks Gratis untuk 1.500 siswi SMU se-Kabupaten Badung. Faktanya, Badung menembus 1.539 peserta vaksinasi. Dan kegiatan ini adalah vaksinasi massal pertama di Indonesia yang disubsidi oleh pemerintah daerah. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, Sylvia Harry Purnomo, saat membuka acara vaksinasi tersebut. “Masyarakat Badung hendaknya bersyukur, karena Bupatinya berkomitmen tinggi dalam upaya penanggulangan kanker, khususnya serviks. Dan kegiatan ini adalah yang pertama di Indonesia,” kata Sylvia yang juga menjelaskan bahwa ada 40 kasus baru penyakit serviks di Indonesia setiap harinya.

Atas komitmen dan usaha mulia ini, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi dan mendalam atas kebijakan Bupati Badung. “Kebijakan ini sangat mulia, dalam mendukung program Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks. Kami bersama seluruh gerakan penanggulangan kanker berharap agar kebijakan ini mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, supaya angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan

Bupati Badung, A.A Gde Agung, dalam sambutannya menyatakan pihaknya bersama stakeholders di lingkup Pemkab Badung, memang tengah giat melakukan upaya serius dalam penanggulangan penyakit, khususnya penyakit kanker serviks. Dalam serangkaian peringatan HUT ke-3 Mangupura, sekaligus Hari Kesehatan Nasional ke-48 yang mengusung tema “Indonesia Cinta Sehat”, Gde Agung mengatakan bahwa ini adalah momen tepat untuk agenda tersebut. Pemkab Badung mendukung program vaksinasi kanker serviks gratis ini melalui Anggaran Perubahan APBD 2012 sebesar Rp 1,7 miliar lebih. “Ini merupakan wujud konkret komitmen kami dalam mewujudkan masyarakat Badung yang sehat, terlebih dari kanker serviks, yang akan melindungi tunas-tunas muda generasi bangsa,” kata Gde Agung.

Baca Juga :
Dinsos Salurkan Beras Warga Non PKH, BST dan BPNT Program Sembako

Sementara Ketua YKI Badung, Ratna Gde Agung, dalam laporannya memaparkan data statistik nasional yang menunjukkan angka kanker serviks mencapai 100 kasus per 100 ribu penduduk per tahun. Sedangkan di Bali, tercatat 150 kasus per 100 ribu penduduk per tahun. “Melihat tingginya angka itu, YKI Badung tergugah untuk melakukan upaya pencegahan dengan penyuluhan, deteksi dini dengan pelayanan Pap Smear, serta vaksinasi,” jelas Ratna.

Kegiatan yang melibatkan 200 tenaga medis dan paramedis dari rumah sakit dan puskesmas di Badung ini adalah hasil kerjasama antara YKI Badung dengan Dinas Kesehatan Badung, POGI Bali, PT Askes Cabang Denpasar dan SKPD terkait. Vaksinasi ini adalah vaksinasi awal secara massal. Vaksinasi kedua dilaksanakan satu bulan kemudian, dan vaksinasi ketiga dilaksanakan enam bulan setelah vaksinasi pertama. Pelaksanaan tahap dua dan tiga akan dilakukan di sekolah masing-masing oleh tenaga kesehatan Puskesmas. “Kami harap angka kasus kanker serviks akan menurun, khususnya di Kabupaten Badung, sehingga terwujud program Bali Bebas Kanker Serviks 2020,” harapnya. IKA-MB